
KETAPANGNEWS.COM- Sebelum melaksanakan prosesi ritual pembakaran naga ( replika) yang dilakukan Sabtu (3/3) sore. Sebelum dibakar dua naga kembali menyambangi kediaman mantan Bupati Ketapang Drs Henrikus M.Si di Jalan KH Mansyur sekitar pukul 13.00 melakukan pamitan dan penghormatan terakhir.
Hari ini, Sabtu (3/3) lima replika naga dari berbagai yayasan di Ketapang tersebut melaksanakan ritual tutup mata dan naga-naga akan dibakar bertujuan untuk mengembalikan roh naga yang berada di dalam replika kembali menuju kayangan.
Seperti biasa, kedatangan Naga ini disambut langsung Drs Henrikus M,Si bersama istri Riniwati Henrikus dan keluarga besarnya.

Mantan Bupati Ketapang Henrikus menilai, even arakkan naga merupakan kegiatan budaya tahunan yang digelar warga Tionghoa dari beberapa yayasan yang ada di Kabupaten Ketapang.
“Kegiatan ini untuk melestarikan adat istiadat dan budaya Tionghoa serta menunjukkan keberagaman budaya yang ada di kabupaten Ketapang. Ini sangat bagus sekali, ” ucap Henrikus.
Keberagaman budaya kata Henrikus di Kabupaten Ketapang ini merupakan aset-aset untuk memajukan kota Ketapang kearah yang lebih baik.

Henrikus menuturkan, masyarakat Ketapang dengan latar belakang adat istiadat, budaya dan agama yang beragam. Henrikus mengajak seluruh umat beragama untuk terus menerus menguatkan tali silahturahim serta membangun persaudaraan diantara keberagaman budaya dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Ketapang.
“Tahun baru Imlek dan Cap Go Meh sebagai momentum yang tepat untuk melakukan intropeksi diri, ” kata Henrikus Dewan Pembina Partai NasDem Ketapang ini.

Sekali lagi Henrikus beserta keluarga besarnya mengucapkan selamat tahun baru Imlek dan Cap Go Meh kepada seluruh masyarakat yang merayakannya, khususnya masyarakat Kabupaten Ketapang.
“Semoga kita semua semakin baik lagi menjalani tahun- tahun yang akan datang,” ucapnya.(dra)