
KETAPANGNEWS.COM – Sedikitnya 40 orang peserta yang berasal dari utusan desa di Kecamatan Sandai mengikuti pelatihan penyelenggaraan jenazah atau pelatihan petugas fardhu kifayah, yang digelar setiap tahunnya oleh Bagian Kesra Setda Ketapang.
Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada para peserta pelatihan terutama pemula tetang penyelenggaraan jenazah, diikuti Peserta pelatihan berjumlah 40 orang terdiri dari laki laki dan perempun berasal dari seluruh Kecamatan Sandai berlangsung selama 2 hari di aula Kantor Camat Sandai. Sabtu (21/4).
Ketua Panitia penyelenggara Munijar S Pdi mengungkapkan maksud dan tujuan pelatihan fardhu kifayah untuk menambah atau memberikan ilmu pengetahuan kepada para peserta pelatihan terutama bagi peserta pemula, tentang tata cara memandikan mengafankan menshalatkan dan menguburkan jenazah sesuai dengan tuntutanan Al Quran dan Al Hadist.
Dia menyebutkan para peserta diberikan pelatihan penyelenggaraan jenazah, berupa teori oleh nara sumber Ustazd Toriq S.Pdi, untuk praktek fardhu kifayah, oleh Bapak Sartono.S.Sos.M.Si, dan Ibu hj Suaidah untuk praktek fardhu kifayah perempuan.
Dikatakan Munijar kegiatan dapat memberikan pemahaman kepada para peserta tentang persiapan sebelum melaksanakan fardhu kifayah.
“Selain itu meningkatkat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten dengan peserta pelatihan,“ ungkap Pria berkumis tipis ini.
Sementara itu kegiatan tersebut dinilai Camat Sandai F Masdi sangat positif manfaatnya bagi pengetahuan petugas pardhu kifayah di Kecamatan Sandai.
“ Selama ini banyak warga yang enggan untuk menjadi petugas pengurus jenazah karena takut salah dengan ada pelatihan ini yang diikuti 40 orang peserta dari desa yang ada di kecamatan Sandai,“ kata Masdi.
Masdi memaparkan di kecamatan Sandai itu sendiri terdiri dari 13 desa diantara penduduknya yang mayoritas beragama islam ada 9 desa dan mereka petugas penyelenggara jenazah yang sedang mengikuti pelatihan pardhu kifayah ini.
Kabag Kesra Amrullah.S.Sos. mengatakan pelaksanaan pelatihan fardhu kifayah ini sebagai wahana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan manusia bagi penyelenggara jenazah.
Menurutya lagi dewasa ini sulitnya untuk mendapatkan petugas atau orang yang bisa nenyelenggarakan jenazah ditengah-tengah masyarakat. terutama dikalangan generasi muda hanya beberapa kalangan generasi muda saja yang masih peduli.
“Akibatnya penyelenggaraan jenazah didominasi oleh orang-orang tua, pada hal penyelenggaraan jenazah tidak akan pernah berhenti selama umat masih ada,” kata Amrullah.
Menurutnya Pemerintah Kabupaten Ketapang tetap konsisten melaksanakan pelatihan penyelenggaraan jenazah pada setiap tahunnya degan tujuan menambah serta mengembangkan wawasan tentang penyelenggaraan jenazah yang menurutnya lagi harus kita munculkan ditengah tengah masyarakat secara berkesinambungan.
Mantan Camat Delta Pawan tersebut menyampaikan harapan Bupati kepada para peserta dapat mengaktulisasikan ilmu yang didapat dan mampu memberikan kosntribusi positif dalam menjalankan nilai-nilai agama dengan tetap berpegang kepada adat istiadat dan budaya.
“Semoga ilmu fardhu kifayah ini semakin banyak mengetahui dan memberikan manfaat untuk kemaslahatan umat,“ ucapnya.
Dalam menerima bimbingan yang diberikan pemateri diingatkannya jangan dijadikan perdebatan apabila terdapat perbedaan merupakan suatu keniscayaan bisa diambil hikmahnya.
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menciptakan generasi baru yang mampu melaksanakan penyelenggaraan jenazah sekaligus menyamakan persepsi tentang penanganan penyelenggaraan jenazah di tengah tengah masyarakat, “ tandasnya.(Jay)