
KETAPANGNEWS.COM—Lalu lalang truk bermuatan over kapasitas di Kabupaten Ketapang dikeluhkan warga. Pasalnya hal demikian menjadi pemicu rusaknya infrastruktur jalan. Terutama jalan penghubung antara Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara (KKU).
“Saat ini pemerintah tengah gencar membangun jalan, tapi kalau banyak truk yang tonasenya lebih dari kemampuan jalan, maka percuma saja dibangun. Sebab jalannya akan cepat rusak,” keluh salah satu warga Sungai Putri, Anto (30), Minggu (1/4).
Karenanya, ia meminta ada ketegasan dari pihak berkompeten untuk menertibkan truk bermuatan lebih. Sehingga ketahanan jalan yang dibangun tetap terjaga.
“Harus ada ketegasan soal ini. Bila perlu jembatan timbang yang ada di Desa Satong dioperasikan. Tujuannya untuk mengetahui jumlah muatan dari truk yang melintas,” saran dia.
Terkait keluhan itu, Kepala Dinas Perhubungan Ketapang, Joko Prastowo mengaku jika selama ini pihaknya sudah berupaya untuk mengatasi persoalan itu. Seperti memberikan himbauan kepada pemilik truk untuk tidak bermuatan over kapasitas.
Mengenai tindakan, dikatakan Joko, pihaknya harus memastikan terlebih dahulu berat muatan truk tersebut. Menurutnya untuk mengetahuinya menggunakan alat, yakni jembatan timbang.
Hanya saja, lanjut Joko, jembatan timbang yang ada di Desa Satong, untuk pengoprasiannya bukan merupakan wewenang dishub Kabupaten Ketapang, melainkan kementerian perhubungan.
“Kita sudah sering koordinasikan soal jembatan timbang itu ke Kementerian Perhubungan untuk dioperasikan. Namun kita juga tidak tahu mereka turun meninjau jembatan timbang itu sekaligus mengoperasikannya,” jelas Joko.
“Kalaulah ada pelimpahan wewenang kepada Dishub Ketapang, kita siap mengoperasikannya. Selama belum ada pelimpahan, kita tidak bisa mengambil kebijakan,” tukasnya.(absa)..