
KETAPANGNEWS.COM – Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH mengajak semua Non-Government Organization (NGO) di Ketapang untuk bersama-sama membangun Kabupaten Ketapang. Hal ini disampaikan Bupati di Pendopo Bupati Ketapang Jumat ( 20/4) dalam Diskusi Tematik dengan tema Konservasi Berbasis Pembangunan Masyarakat. Diskusi ini merupakan inisiasi dari Bupati setelah melakukan audiensi dengan IAR Indonesia pada awal bulan lalu.
“Dulu saya bilang kalau NGO itu cuma mengurus orangutan, tapi setelah IAR datang ke saya dan memaparkan program kerja mereka yang juga memberdayakan orang betulan, artinya IAR ini juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dari pertemuan awal itulah forum diskusi ini diinisiasi,” ujar Bupati Martin.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh segenap SKPD di kabupaten Ketapang dan beberapa Camat di Kabupaten Ketapang, Martin Rantan menunjukkan dukungannya kepada semua NGO yang mau bekerja bersama membangun Kabupaten Ketapang.
”Kami dari Pemda Ketapang berterimakasih kepada semua yang hadir, khususnya IAR Indonesia dan Habitat for Humanity yang kian berkontribusi positif pada pembangunan di Kabupaten Ketapang. Kita akan mensinergiskan semua program dengan pemerintah supaya masyarakat sejahtera,” ujarnya.
Bupati mengatakan, harapan Pemerintah Daerah dan NGO bisa selaras membangun Ketapang. Bulan depan akan diadakan lagi diskusi semacam ini, harapannya pertemuan itu bermuara pada penandatangan MoU.
Dalam kesempatan ini, Manager Community Development IAR Indonesia, Wati menjabarkan program-program IAR Indonesia dalam mewujudkan konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Program kami ini selaras dengan visi misi bupati yaitu melaksanakan kepemerintahan yang baik, meningkatkan infrastruktur daerah, meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, serta meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di Kabupaten Ketapang,” jelasnya.
Dalam presentasi singkatnya, Wati menjelaskan program permberdayaan masyarakat Oleh IAR Indonesia yang telah dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Ketapang seperti di Desa Pematang Gadung, Ulak Medang, dan Sungai Besar. Kegiatan yang sudah berjalan antara lain, pelatihan pertanian organik dan pemanfaatan biogas. Selain itu ada juga pelatihan guru, pembuatan perpustakaan umum, serta pendidikan lingkungan di sekolah dasar dan sekolah menengah di Kabupaten Ketapang.
Lebih lanjut Wati menjelaskan bahwa IAR Indonesia sedang menginisiasi ekowisata di Desa Pematang Gadung, Ulak Medang, dan Sungai Besar. Selain itu akan juga dibuka program budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Besar, perikanan air tawar di Desa Ulak Medang, serta budidaya kakao dan kopi di Sebadak Raya.
“Kami melakukan program pemberdayaan masyarakat dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melakukan pemetaan partisipatif dan perencanaan penggunaan lahan, dan melakukan pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Harapannya akan ada peningkatan perekonomian masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.(Jay).