
KETAPANGNEWS.COM—Sejak seminggu terakhir, di seputaran Kota Ketapang kerap mengalami mati lampu. Ironisnya mati lampu saat ini tak memandang waktu, dimana dalam sehari bisa mati dua sampai tiga kali.
Dengan kondisi demikian, warga menilai pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ketapang sangat buruk. Bahkan, alasan perbaikan pada mesin PLN sendiripun tak lagi diterima masyarakat.
Salah satu warga Kelurahan Sampit, Agus (26) menilai, pelayanan yang diberikan PLN kepada masyarakat semakin hari justru bukan membaik, melainkan menurut dia semakin memburuk.
“Bayangkan saja, untuk hari ini (rabu-red) listrik sudah dua kali mati. Inikan bukti pelayanan buruk,” ungkap Agus, Rabu (17/10).
Menurut dia, dengan seringnya mati lampu dua sampai tiga kali sehari menjadi pemicu rusaknya barang elektronik. Ia mencontohkan, misalnya saat warga menghidupkan TV dan barang elektronik lainnya.
“Jadi misalnya kalau barang elektronik masyarakat rusak yang diakibatkan lampu mati mendadak, pertanyaannya apakah PLN mau ganti. Kalau seperti ini, apalagi yang jadi alasan PLN,” ketusnya.
Manager PLN Ketapang melalui Asisten Manager Pelayanan dan Administrasi, Tumbur Manalu menjelaskan, mengenai mati lampu yang terjadi pada selasa malam lantaran ada gangguan trafo di dekat SPBU mandari. Sehingga meyebabkan terjadi pemadaman sebagian.
“Namun pada malam itu juga PLN langsung mengganti trafo tersebut, dan listrik kembali normal pukul 21.00 Wib,” jelas Manalu saat dikonfirmasi Ketapangnews, Rabu (17/10) siang.
Sementara, terjadinya mati lampu pada Rabu (17/10) siang dikarenakan ada pekerjaan manuver jaringan untuk penormalan sistem Ketapang. Ketika manuver sistem terjadi gangguan di penyulang Pawan 9, sehingga menyebabkan BO sistem.
“Setelah gangguan clear kita kembali penormalan sistem. Sekitar pukul 13.30 terjadi lagi gangguan kembali di penyulang Pawan 6, sehingga sistem kembali padam. Dan pada pukul 15.05 sistem kelistrikan di Ketapang kembali normal,” tutupnya.(absa)