
KETAPANGNEWS.COM, Jelai Hulu – Bertepatan dengan akhir tahun 2018, Desa Kusuma Jaya, Riam Danau, Kecamatan Jelai Hulu melaksanakan penutupan rangkaian kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, Senin (31/12) malam.
Dalam pelaksanaan yang dihadiri Kapolsek Jelai Hulu dan masyarakat itu, panitia menghadirkan penceramah dari Ketapang, yaitu Al Ustadz Wahyu alumni Pondok pesantren Darul Lughoh Wa Dakwah (Dalwa) Jawa Timur.
Ketua Panitia, Petrus Kua mengatakan, acara tersebut dapat terselenggara atas kerjasama Desa Kusuma Jaya, Pengurus Masjid Mujahidin dan seluruh lapisan masyarakat. Ia agar kegiatan ini kedepannya bisa terselenggara lebih besar lagi.
Menurut dia, dilakukannya acara keagamaan di malam pergantian tahun untuk menghindari perbuatan negatif, yang mana biasa disalahgunakan kelompok pemuda dengan hura-hura, pesta minuman keras, bahkan memakai obat-obatan terlarang.
“Dengan adanya malam pergantian tahun baru Masehi diisi dengan Majelis keagamaan, setidaknya mengurangi hal yang berdampak negatif tersebut.” kata Seorang Muallaf ini.
Ustadz Wahyu, dalam ceramahnya mengingatkan kembali kepada masyarakat muslim di Riam Danau, khususnya para pemuda agar mentauladani Akhlakul Karimah Rasulullah SAW dengan cara mempelajari ilmu Al Qur’an dan mengamalkannya.
Disampaikannya, untuk mewujudkan itu perlu adanya dukungan besar dari para orang tua, agar anak-anaknya sekolah di Pondok Pesantren. Terlebih di Ketapang sudah banyak pondok pesantren.
“Generasi sekarang sudah banyak terpengaruh perkembangan zaman yang mengarah kepada hal negatif. Untuk meminimalisir itu, maka sekolahkan anak-anak ke yang berbasis agama,” tuturnya.
Sementara, Kapolsek Jelai Hulu, IPDA Drajat Pamungkas dalam sambutannya menyampaikan himbauan terkait tahun politik di 2019. Ia mengingatkan agar jangan sampai gara-gara beda pilihan terjadi permusuhan antar tetangga, keluarga, suku dan golongan lainnya.
Dihadapan masyarakat, Ia menyebutkan, tahun politik adalah moment lima tahunan, sehingga setelah pesta demokrasi usai semuanya harus membaur di masyarakat seperti biasa.
“Laksanakanlah proses pemilihan umum pada bulan April 2019 mendatang secara aman, tertib dan damai,” pesan Kapolsek.
Ia menambahkan, terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, agar anak muda menjauhi pergaulan bebas, judi, miras dan narkoba. Sebab, hal itu dapat merusak generasi bangsa. Kemudia tidak mudah percaya dengan Hoax.
Sementara Sekretaris Persatuan Warga Riam Danau Serantau (PEWARIS) Ketapang, Uti Muhammad Ihsan mengatakan, bahwa pihaknya siap memfasilitasi kegiatan masyarakat yang positif. Misalnya bekerjasama dengan kepolisian dalam hal pencegahan dan bahaya narkoba, ataupun instansi lainnya.
Ia berharap, para pemuda Melayu di Riam Danau bisa berkarya dan menciptakan sesuatu hal yang baik di masyarakat. Yang penting peranannya adalah Pemuda, karena pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan.
“Jika baik generasi muda, maka baiklah pemimpin mendatang, begitu juga sebaliknya,” tutur pemuda asal Riam Danau ini.(absa)