
KETAPANGNEWS.COM- Akses jalan merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah rangkaian pembangunan yang berkelanjutan bagi kesejahtaraan masyarakat, khususnya dalam percepatan ekonomi dan sumberdaya manusia di daerah-daerah pedalaman dan terpencil. Kebutuhan sehari-hari harus didapatkan dengan mudah oleh masyarakat demi merasakan kemerdekaan yang hakiki.
Pembangunan ruas jalan provinsi di kecamatan Kendawangan awalnya adalah harapan terbaik bagi masyarakat hulu desa-desa di kecamatan Kendawangan, sehingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari dapat dengan mudah didapatkan walaupun jarak tempuhnya jauh untuk menuju ke ibukota Kecamatan atau bahkan ibukota Kabupaten Ketapang.
Luasnya wilayah Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi kendala dalam hal pemerataan pembangunan infrastruktur yang menjangkau wilayah pedalaman. Sehingga peran serta masyarakat dan investor sangat dibutuhkan.

Struktur jalan yang dominan masih tanah dan hanya beberapa spot aspal yang menghubungkan desa Mekar Utama, Pangkalan Batu dan Kendondong serta juga merupakan akses ke desa-desa yang berada di hulu kecamatan Kendawangan. Tidak hanya masyarakat umum yang memanfaatkan jalan tersebut, termasuk perusahaan-perusahaan yang ada disekitar dan mobil atau truck-truck ekspedisi dari luar daerah atau provinsi.
Pada musim hujan ini yang intensitasnya sangat deras dan panjang sehingga menyebabkan ruas jalan-jalan rusak parah dan berimbas pada sulitnya kendaraan untuk melintasinya baik yang akan menuju Kendawangan atau Ketapang dan begitu juga sebaliknya.
Akhirnya melalui koordinasi dengan para aparatur desa dan dusun, para tokoh masyarakat dan perusahaan-perusahaan sekitar, PT Hutan Ketapang Industri (HKI) melalui program CSR bersama dua perusahaan sekitar yaitu PT PAL (Putra Alam Lestari) dan PT PSL (Putra Sawit Lestari) melakukan perbaikan jalan dengan normalisasi parit jalan, penimbunan hingga pemadatan material timbunan jalan dengan menggunakan alat berat.

Jalan sepanjang kurang lebih 18,79 Km berhasil di diperbaiki selama 1 minggu lebih. Memang tidak 100 persen mulus perbaikan jalan ini dilakukan. Namun beberapa titik jalan yang rusak parah sudah kembali normal, dan jalan-jalan yang berlubang sudah rata dan dapat dilalui oleh segala jenis kendaraan. Setidaknya ada 5 titik lokasi jalan yang rusak sangat parah dan membutuhkan waktu dan material yang lebih banyak namun berhasil diperbaiki.
Sarwan (Manager BTE) dan Sunar Adi (Manager BSE) yang merupakan Manager di dua estate PT HKI yang ikut aktif dengan mengerahkan 3 unit alat berat dan 5 unit dump truck untuk perbaikan jalan ini mengatakan, kesulitan perbaikan jalan ini adalah pada bahan material timbunan yang sulit di dapat, sehingga pengerjaan agak terkendalan.
” Namun melalui koordinasi yang baik antar perusahaan dan juga peranan masyarakat sekitar sehingga proses perbaikan ruas jalan provinsi ini berjalan dengan baik,” katanya.
Kegiatan perbaikan jalan ini juga memberikan “pekerjaan baru” bagi beberapa masyarakat, yaitu memberikan dukungan kepada tim operasional perbaikan jalan dari ketiga perusahaan tersebut dengan secara sukarela mengumpulkan dana seiklasnya baik swadaya maupun menghimpun sumbangan dari para pengguna jalan seikhlasnya untuk kemudian dibelikan minuman dan snack untuk perkerja perusahaan yang bertugas memperbaiki jalan tersebut. Mereka merasa jalan yang diperbaiki juga merupakan tanggung jawab masyarakat dan milik bersama yang harus dipelihara bersama-sama.
Udin salah satu sopir tangki angkutan BBM yang hampir setiap 2 hari sekali melakukan perjalanan Ketapang – Air Upas mengungkapkan, basanya harus mengeluarkan dana tambahan tidak kurang dari Rp.200.000,- (dua ratus ribu rupiah) sekali jalan untuk membayar “mating” yang dipungut oleh oknum warga dengan alasan untuk mengganti biaya perbaikan jalan yang dilakukannya.
“Kami berterima kasih kepada PT HKI dan masyarakat Mekar Utama atas perbaikan jalan provinsi ini, sehingga perjalanan kami dari Ketapang – Air Upas (PP) lancar” ucapnya.
Sementara Kusmono mantan Kepala Desa Kendondong dan Ujang Muryadi tokoh desa Mekar Utama yang secara aktif ikut membantu dan mengawasi perbaikan jalan ini hingga berjalan dengan lancar menuturkan, perbaikan jalan tidak akan dapat terlaksana dengan baik jika tanpa dilakukan koordinasi yang baik baik dari elemen perusahaan dan masyarakat desa.
” dan terbukti melalui kerja sama yang baik akhirnya jalan ini menjadi normal kembali” ungkap Kusmono.
Sementara Ujang Muryadi menyampaikan, jika perusahaan seperti HKI, PAL dan PSL tidak tergerak ikut peduli, mustahil kegiatan ini dapat terlaksana.
” Kami ucapkan terima kasih sehingga masyarakat dapat menerima manfaat yang sangat berharga ini” ungkapnya.
Dengan adanya kerjasama tersebut diatas, menggambarkan bahwa perusahaan dan masyarakat merupakan kesatuan yang tak dapat terpisahkan dalam proses pembangunan, perbaikan dan peningkatan ekonomi. Oleh sebab itu, program-program tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sosial (Corporate Social Responsibility) adalah yang pertama akan dirasakan oleh masyarakat ketika program pemerintah belum mampu menjangkau langsung karena keterbatasan akses atau sumberdaya. (Adv/Jay).