
KETAPANGNEWS.COM – Komisioner Komisi Pemlihan Umum (KPU) Kabupaten Ketapang beserta Bawaslu Kabupaten Ketapang yang hendak melakukan tracking terkait karyawan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) yang berasal dari luar daerah Ketapang untuk pengurusan pindah memilih ditolak managemen PT WHW. Alhasil sebanyak 591 karyawan PT WHW yang berasal dari luar daerah terancam tak dapat memberikan hak pilihnya pada 17 April mendatang.
Anggota Komisioner KPU Ketapang Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Jami Surahman mengaku kedatangan pihaknya ke PT WHW bersama dengan Bawaslu Ketapang dalam rangka menindaklanjuti pertemuan pertama pihaknya bersama PT WHW terkait urusan kepemiluan.
“Tahun 2018 kita pernah datang ke WHW dan diterima oleh managemen. Saat itu kita minta data untuk DPTHP 1. Karena belum ada kepastian kita layangkan surat lagi kita minta data karyawannya yang berasal dari luar daerah untuk penetapan DPTB,” Katanya Jum’at (8/3).
Ia menuturkan, berjalan waktu pihak WHW ada memberikan data karyawannya berasal dari luar Ketapang sebanyak 772 orang yang mana setelah dilakukan pengecekan diketahui yang sudah terdaftar di DPT dan berpotensi untuk memilih di Ketapang sebanyak 591 orang.
“Jadi kedatangan kita kemarin karena sampai hari ini 591 karyawan WHW berasal dari luar Ketapang belum ada mengurus surat pindah memilih atau form A5, padahal waktu proses pindah memilih terus berjalan, makanya sebagai iktiar kita dalam menjaga hak pilih kita lakukan sistem jemput bola ke WHW kemarin bersama dengan pihak Bawaslu juga,” ungkapnya.
Hanya saja, kedatangan pihaknya tidak diterima oleh pihak managemen PT WHW, bahkan pihak PT WHW melalui stafnya mengaku kalau dengan berat hati kalau pimpinan manajemen WHW belum bisa menerima pihaknya.
“Berbagai alasan termasuk soal surat untuk bertemu, padahal kami sudah dari dulu telah mengirim surat, tapi perusahaan tetap tidak mau menerima kami,” ucapnya.
Untuk itu, pihaknya sudah menyurati kembali PT WHW untuk pemberitahuan perihal pengurusan pindah memilih atau A5 bagi karyawannya dan ini dilakukan kepada perusahaan-perusahaan lain dan diakuinya direspon baik oleh perusahaan lainnya.
Miss Komunikasi
Public Relation Executive PT WHW AR, Hen Roliya saat dikonfirmasi wartawan mengaku pihaknya sama sekali tidak ada bermaksud menolak pihak KPU Ketapang. Diakuinya saat datang tidak ada pihak berwenang atau pimpinan yang bisa menerima pihak KPU.
“Jadi memang saat itu tidak ada orang yang bisa menerima, semua pimpinan lagi tidak ada,” jelasnya.
Apalagi, saat datang pihak KPU tidak ada memberikan informasi terlebih dahulu sehingga tidak ada pimpinan yang berada ditempat. Namun besok (Sabtu-red) pihak KPU akan datang kembali dan pihaknya tidak ada masalah dan terbuka untuk menerima kedatangan pihak KPU selama ada informasi atau pemberitahuan terlebih dahulu.
“Jadi intinya ini cuma misskomunikasi karena kemarin tidak ada informasi mau datang, kebetulan pimpinan tidak ada. Besok katanya mau datang dan kita terima kok,” pungkasnya. (Jay)