
KETAPANGNEWS.COM—Sebagai sikaf protes sering padamnya listrik di Ketapang selama ramadhan 1440 H, puluhan warga Kecamatan Delta Pawan, Minggu (12/5) malam mendatangi kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang.
Kedatangan warga yang dimotori Pront Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) tersebut untuk mempertanyakan penyebab sering terjadinya pemadaman listrik secara bergilir oleh PLN selama ramadhan berlangsung.
Ketua FPRK Isa Anshari menuturkan, selama ramadhan yang memasuki hari kedelapan, pemadaman listrik kerap sekali terjadi, terutama waktu menjelang magrib maupun menjelang sahur. Karenanya kedatang warga untuk mempertanyakan ke PLN apa penyebabnya.
Isa juga menilai, PLN UP3 Ketapang telah gagal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun kata dia, PLTU Sukabangun dengan kemampuan 20 MW sudah beroperasi, namun pemadaman masih kerap terjadi.
“Tujuan kita datang ke PLN ini untuk mempertanyakan penyebab sering mati lampu di bulan ramadhan ini, serta menyampaikan keresahan warga akibat sering terjadinya pemadaman listrik,” kata Isa.
Ia menuturkan, dari hasil pertemuan dengan pihak PLN, pemadaman terjadi dikarena PLN saat ini sedang melakukan pemeliharaan mesin PLTU di Sukabangun Dalam. Dimana, PLN menyebutkan akan selesai pada Rabu (15/5) mendatang.
“Kalau dari hasil pertemuan dengan pihak PLN tadi, kemungkinan hari Kamisnya listrik sudah berjalan normal di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang,” ucapnya.
Atas pernyataan demikian, Menurut isa, apa yang dinyatakan PLN Ketapang menjadi catatan pihaknya. Sehingga apabila masih terjadi pemadaman bergilir yang tidak sesuai batas waktu, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan datang dengan massa lebih banyak lagi ke kantor PLN.
“Kalau diatas hari Kamis masih saja terjadi pemadaman listrik di Ketalang, maka tidak menutup kemungkinan kita akan datang lagi ke PLN. Bahkan jumlah massanya lebih banyak,” ancamnya.
Sementara itu, Manajer jaringan UP3 Ketapang, Rizky Ramdan Yusuf mengaku pemadaman listrik yang dilakukan pihaknya sejak beberapa hari ini disebabkan mesin pembangkit listrik di PLTU pada unit II sedang dalam pemeliharaan sebesar 10 MW.
“Sedangkan hari Minggu ini kita melakukan pemadaman bergilir sangat besar dibanding hari-hari sebelumnya, karena ada kendala pecahnya boiler di unit I PLTU,” jelas Rizky.
Ia menambahjan, mengenai proses pemeliharaan di unit II PLTU, dimungkinkan hari Rabu mendatang telah selesai masa pemeliharaannya, dan pada Kamisnya telah masuk sistem.(absa)