
KETAPANGNEWS.COM—Tahun 2020 mendatang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menggelar pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tujuh Kabupaten. Salah satu Kabupaten tersebut yakni Ketapang.
Khusus Ketapang sendiri, perbincangan soal kontestasi Pilkada 2020 tampaknya menjadi pembahasan utama interen Partai Politik (Parpol). Tak hanya itu, media sosial pun ikut meramaikan pembahasan tersebut.
Berkaca dari hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Ketapang, tentu seluruh Parpol peraih kursi DPRD sama-sama memiliki peluang untuk mengutus kadernya bertarung di Pilkada dengan berbagai syarat dan ketentuan.
Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ketapang dengan perolehan empat kursi DPRD pada Pileg 2019 telah memastikan kadernya maju ke Pilkada. Kini, pernyataan yang sama juga keluar dari Partai Nasdem.
Keyakinan Nasdem mengutus kadernya untuk berkompetisi di Pilkada 2020 tentu melalui pertimbangan. Sebab, di Pileg 2019 partai besutan Surya Paloh ini menggalami peningkatan jumlah kursi dari tiga menjadi empat.
Sekretaris DPD Partai Nasdem Ketapang, Muhaiyan Siddik mengatakan, dengan posisi modal empat kursi DPRD Kabupaten, maka Nasdem Ketapang siap mengusung kader sendiri maju ambil bagian di Pilkada 2020.
Mengenai syarat 20 persen pengajuan satu pasang calon jalur Parpol sesuai jumlah total kursi DPRD Ketapang, ia mengaku sudah menjalin komunikasi Politik kepada Parpol lain, diantaranya Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Amanat Nasional dan PPP dalam rangka menjaring koalisi.
“Sesuai aturan, apabila Parpol mengajukan paket paslon harus 20 persen atau sembilan kursi dari 45 kursi DPRD. Untuk memenuhi syarat itu, makanya kita menjalin komunikasi dengan Parpol lain,” kata Muhaiyan, Senin (27/5).
“Bicara soal syarat 20 persen, saat ini yang sudah pasti bisa mengajukan paslon tanpa koalisi hanya partai Golongan Karya, karena memiliki 10 kursi hasil Pileg 2019 kemarin,” timbalnya.
Muhayan menjelaskan, jika koalisi terlaksana dengan ketiga Parpol seperti Hanura, PPP dan PAN, maka akan memenuhi syarat untuk mengusung satu Paslon, lantaran jumlah kursi mencukupi bahkan lebih.
“Kalau koalisi empat Parpol ini terlaksana, berarti jumlah kursinya ada 16, sebab masing-masing Parpol mempunyai empat kursi. Belum lagi ada tambahan koalisi Parpol lain yang juga akan kita bangun komunikasi,” jelasnya.
Menurutnya, apabila kesepakatan komunikasi politik tersebut bisa tercapai, maka akan menjadi kekuatan baru dan koalisi besar. Terlepas siapa paket yang bakal diusung, diakunya akan disepakati setelah melakukan survei.
“Dalam survei nanti Nasdem juga telah mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk ikut kompetisi survei, baik kader senior maupun kader melenial,” ungkapnya.
“Jadi setelah idul fitri kita bangun komunikasi lebih rutin lagi, karena November sudah masuk tahapan pilkada, artinya mesti gerak cepat guna penyamaan persepsi, sehingga menghasilkan keputusan siapa yang akan diusung,” pungkasnya.(absa)