
KETAPANGNEWS.COM—Tahun 2019 Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang menggelontorkan anggaran Rp 1,8 Miliar untuk pembenahan drainase dalam kota. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengatasi tergenangnya air saat hujan dibeberapa ruas jalan protokol Ketapang.
Seiirng dengan pengganggaran tersebut, persoalan sampah tidak bisa lepas dalam mengatasi genangan air. Karena selama ini tidak maksimalnya pengaliran sistem drainase kota diakibatkan tertutup sampah.
Kepala Dinas Perkim LH dan Kebersihan Ketapang, Ir H Sukirno mengatakan, soal dianggaran 1,8 Miliar untuk pembenahan drainase dalam kota, menurutnya bukan bersifat bangunan fisik, melainkan normalisasi saluluran.
Selain itu, di lokasi-lokasi yang telah dianggarkan Pemkab untuk normalisasi pembenahan drainase juga tidak termasuk dalam lokasi tim pembersihan saluran drainase Dinas Perkim LH dan Kebersihan.
“Kalau memang tidak salah, saat saya mengikuti rapat kemarin, anggaran pembenahan drainase itu sifatnya normalisasi, artinya seluruh drainase kota yang sumbat diluar lokasi tim pembersihan Dinas Perkim LH akan dilakukan pembenahan,” kata Sukirno, Senin (24/6) kepada media.
Mengatasi permasalahan sampah, menurut Sukirno bukan hanya menjadi urusan Pemerintah maupun instansi terkait, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat harus memiliki perhatian terhadap pengelolaan sampah, salah satunya membuang sampah pada tempatnya.
“Masyarakat harus paham dalam membuang sampah, bila perlu sampahnya dipilah. Karena saat ini kan di Ketapang ada bank sampah, sehingga sampah plastik bisa dijual,” ucapnya.
Sementara mengenai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sendiri, diakuinya masih minim. Minim yang dimaksud bukan dari sisi jumlah, melainkan lokasi penempatan TPS yang sebagian masyarakat tidak mau berdekatan, misalnya di samping Bank Kalbar, Jalan Brigjend Katamso Sukaharja.
“Untuk tahun tahun 2019, kita tidak ada penambahan jumlah TPS. Justru yang menjadi kebutuhan dan dianggarkan tahun ini adalah armada pengangkut sampah ke pembungan akhir, sebab armada yang dimiliki sekarang sudah banyak yang tua,” tutupnya.(absa)