Waspada Menghadapi Musim Kemarau Tahun 2019

Manggala Agni Daops Ketapang Lakukan Patroli Terpadu

IMG-20190709-WA0022
Manggala Agni Daops Ketapang saat meakukan Patroli Terpadu

KETAPANGNEWS.COM Berdasarkan data Buletin Cuaca Edisi Juni 2019 dari BMKG Stasiun Meteorogi Rahadi Oesman Ketapang, pada Juli dan Agustus curah hujan berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal berkisar antara 21–100 mm. Sedangkan puncak kemarau pada September curah hujan kategori rendah dengan kisaran 0 – 150 mm.

Selain itu suhu muka laut menunjukkan anomali positif sehingga suhu lebih hangat dari normalnya. Keadaan ini berpotensi menurunnya potensi hujan dan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan.

Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Ketapang tahun 2019, Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang menggelar rapat pembentukan Komando Siaga Darurat Bencana Asap akibat Karhutla yang dihadiri pihak-pihak terkait.

Data sebaran titik hotspot di Ketapang periode Januari-Juli, Kendawangan merupakan kecamatan tertinggi dengan total 62 titik, disusul Simpang Hulu sebanyak 30 titik, selanjutnya Matan Hilir Selatan sebanyak 18 titik. Adapun Muara Pawan, Nanga Tayap dan Sungai Melayu Rayak sebanyak empat titik panas.

Sedangkan beberapa kecamatan lain masih berkisar antara satu sampai tiga titik saja. Setiap titik hotspot terus dipantau dan beberapa titik langsung dilakukan patroli groundcheck langsung ke lapangan untuk memastikan terjadinya kebakaran hutan atau sebatas bias pantulan sinar matahari saja.

Dengan mengutamakan upaya pencegahan, Manggala Agni Daops Ketapang melalui rangkaian kegiatan seperti patroli terpadu yang akan dilaksanakan bersama pihak terkait diantaranya TNI, Polri serta masyarakat diwilayah rawan Karhutla.

Yang mana patroli dilakukan di Desa Tempurukan, Sungai Pelang, Sungai Bakau, Mekar Utama dan Kendawangan Kanan Kabupaten Ketapang serta di Desa Sungai Paduan dan Sungai Mata–Mata, Kayong Utara.

Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama waspada terhadap potensi Karhutla dan bersama mencegah terjadinya Karhutla di Ketapang.

Ia mengatakan, pihaknya sendiri terus berupaya melakukan pencegahan diantaranya dengan melakukan patroli rutin yang dilakukan seperti di delapan desa yakni Desa Suka Maju, Sungai Awan Kanan, Keramat Jaya, Kendawangan Kiri, Sungai Besar dan Negeri Baru Kabupaten Ketapang, serta di Desa Penjalaan dan Sejahtera Kayong Utara.

Ia menjelaskan, sejak Januari , telah dilakukan beberapa kali pemadaman Karhutla di antaranya di Desa Sungai Besar, Sungai Awan Kiri dan saat ini masih melakukan pemadaman selama tiga hari di Desa Sungai Putri.

“Pemadaman juga dilakukan Koramil Kota, Polsek Matan Hilir Utara, BPBD Ketapang, Damkar Ketapang dan Perangkat Desa Sungai Puteri,” jelasnya Selasa (9/7).

Selain pemadaman darat, pemadaman juga dibantu melalui pemadaman udara yaitu dengan diterbangkannya satu unit helikopter dari BPBD Ketapang.

“Pemadaman udara sangat membantu petugas, karena dapat menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditempuh melalui jalan darat maupun lokasi minim sumber air,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, Rudi mengimbau masyarakat luas untuk lebih bijak menggunakan api dalam kehidupan sehari–hari, terutama kegiatan yang berpotensi terjadinya Karhutla. Jika melihat kejadian Karhutla lakukan penilaian situasi, jika api baru menjalar segera lakukan pemadaman dini.

“namun jika sudah meluas segera lapor ke aparat desa dan instansi terkait,” imbaunya.(jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.