
KETAPANGNEWS.COM—Perolehan 10 kursi DPRD hasil Pemilihan Legislatif tahun 2019 menempatkan Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai Parpol pemenang. Secara otomatis, parlemen daerah Ketapang periode 2019-2024 akan dipimpin kader Golkar.
Bahkan, pimpinan DPRD Ketapang sementara juga dijabat anggota DPRD asal Golkar, M Febriadi sampai terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua DPRD secara defenitif.
Pasca pelantikan anggota DPRD, sebagai partai pemenang, Golkar telah merekomendasikan tiga nama anggota DPRD ke Dewan Pimpinan Pusat Golkar yang akan menjadi pimpinan defenitif.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Ketapang, Martin Rantan mengatakan, Golkar sudah mengusulkan tiga nama anggota DPRD ke DPD Golkar Provinsi yang kemudian diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat.
“Tiga nama sudah diusulkan, yakni M Febriadi, Polonius Polo dan Gusmani. Nantinya kewenangan keputusan berada di DPP untuk memilih satu nama yang akan menjadi Ketua DPRD Ketapang,” kata Martin ketika diwawancara awak media saat menghadiri pelantikan anggota DPRD, Senin (9/9).
“Sementara untuk nama yang akan mengisi unsur pimpinan, sampai hari ini saya belum dapat informasi pastinya. Jadi kita menunggu proses yang berjalan,” sambungnya.
Ketika disinggung nama Junaidi peraih suara tertinggi yang tidak masuk dalam rekomendasi, Martin mengaku yang bersangkutan masih ada tugas kepartaian kedepannya.
“Pak Junai memang tidak direkomendasikan, karena beliau ada beberapa tugas kepartaian kedepan yang tidak bisa saya sampaikan sekarang,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris DPD Golkar, M Febriadi menambahkan, tiga nama yang diusulkan ke DPP untuk menjadi pimpinan DPRD telah ditetapkan melalui rapat paripurna DPD Golkar Ketapang.
“Untuk Golkar, paling lama satu bulan rekomendasi satu nama sudah dikeluarkan DPP. Selanjutnya satu nama itu akan disampaikan ke DPRD,” jelasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Anggota DPRD Partai Golkar, Junaidi menyebutkan, bahwa proses rekomendasi nama-nama yang diusulkan untuk menjadi Ketua DPRD Ketapang merupakan kewenangan partai.
“Prosesnya di internal partai. Tergantung partai menilainya, tapi nanti keputusan akhir tetap di DPP. Hanya saja saya tidak bisa karena nama saya tidak ada dalam rekomendasi,” sebutnya.
Terkait, adanya isu namanya akan mendampingi Martin Rantan sebagai Calon Wakil Bupati Ketapang pada Pilkada 2020, ia mengaku sudah mendengar wacana tersebut. Namun belum ada kepastian mengenai hal tersebut.
“Belum ada kepastian, karena mekanisme atau tahapannya berada di partai dan belum dimulai,” pungkasnya mengakhiri.(absa)