
KETAPANGNEWS.COM—Dikalangan elit politik dan masyarakat Kabupaten Ketapang, nama Junaidi SP tidak lagi asing ditelinga. Karirnya di dunia politik terbilang cemerlang dan tak diragukan lagi.
Pengalaman sebagai Anggota Parlemen Daerah Ketapang tiga periode menjadi bukti konkret karir politiknya. Kedudukan unsur pimpinan DPRD periode 2014-2019 pun sempat dijabat.
Sebab itu, tak heran jika nama Junaidi diopinikan sebagian masyarakat pantas memimpin Ketapang kedepan. Terlebih hasil Pileg 2019 telah membuktikan bahwa perolehan suara Politisi Golkar ini tertinggi meski lompat Dapil.
Menjawab itu semua, Junaidi memastikan akan maju dan siap bertarung di Pilkada 2020. Bahkan, dia menyebut jika dirinya telah resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Bupati di Partai PDIP Ketapang.
“Hari ini (Selasa-red) saya mengembalikan formulir pendaftaran Balon Wakil Bupati ke PDIP. Setelah pengembalian, kita tinggal menunggu informasi lanjutan dari panitia penerimaan,” kata Junaidi ketika diwawancara awak media, Selasa (17/9).
Langkah pendaftarannya sebagai Balon Wakil Bupati di PDIP bukanlah main-main. Pasanya, dia manyatakan siap mengikuti segala mekanisme yang diatur partai berlambang banteng itu.
“Yang pasti saya siap mengikuti mekanisme seuai aturan internal PDIP. Baik tes psikologis maupun interview yang akan dilakukan DPD PDIP Provinsi Kalbar hingga DPP,” ucap Junaidi.
Sejauh proses persiapan menuju Pilkada 2020, dirinya mengaku baru mendaftarkan diri sebagai balon Wakil Bupati di PDIP sambil menunggu pembukaan pendaftaran Parpol lain jika memungkinkan mendaftar.
“Saat ini saya baru mendaftar ke PDIP. Pendaftaran ini juga diketahui dan direstuai Ketua Partai Golkar dengan harapan kader bisa ikut dan berpasangan, namun kita masih melihat perkembangan politik yang ada,” ungkapnya.
Saat ditanya dasar dirinya mendaftar sebagai balon Bupati, dia menyebut merupakan keinginan serta harapan sebagian dari masyarakat, khususnya para pendukungnya yang harus diakomodir.
“Tapi kita lihat lagi nanti, kalau di internal partai (Golkar) keinginan Ketua merekomendasi saya sebagai calon wakilnya. Tapi mekanisme di partai Golkar sendiri belum dimulai dan belum dipastikan, keputusannya nanti di DPP,” tutupnya.(absa)