Komisi IV DPRD: Progres Proyek Jalan Pelang – Batu Tajam Baru 32 Persen

Kontraktor Didesak Capai Target 45 Persen Awal November

Monitoring
Monitoring Komisi IV DPRD Ketapang terhadap mega proyek Jalan Pelang – Batu Tajam, Selasa (29/10).

KETAPANGNEWS.COM—Komisi IV DPRD Kabupaten Ketapang Bidang Pembangunan kembali melakukan monitoring pengerjaan mega proyek bersumber dari APBD tahun 2019. Salah satu objek monitoring adalah Jalan Pelang – Batu Tajam yang dilaksanakan pada, Selasa (29/10).

Proyek dengan nilai Rp58 Miliar oleh PT Marga Mulia tersebut mendapat sorotan serius Komisi IV DPRD pasca monitoring. Pasalnya, sejak awal pekerjaan hingga sekarang progresnya baru mencapai 32 persen.

Ketua Komisi IV, Achmad Sholeh ST MSos mengatakan, terkhusus proyek Jalan Pelang – Batu Tajam menjadi sorotan utama Komis IV DPRD Ketapang. Pihaknya terus mendorong pelaksana menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu dan kualitas baik.

“Dari hasil monitoring Komisi IV, pekerjaan masih terus berjalan sesuai skedul. Untuk progres pembangunan baru sekitar 32 persen. Kita berharap pelaksana menyelesaikan susuai jadwal,” kata Acmad Sholeh, Rabu (30/10) kepada media.

Saat pelaksanaan monitoring, Sholeh menyebutkan jika Komisi IV juga melakukan rapat sederhana dilokasi proyek bersama konsultan, PPK, PPTK dan perwakilan pelaksana. Menurutnya memang terdapat beberapa kendala atas pekerjaan itu, seperti persoalan kabut asap kemarin.

Selain itu, dalam rapat dirinya tetap menekankan agar pekerjaan dipercepat sekaligus menambah unit AMP. Pihaknya juga memberi target harus mencapai progres 45 persen di minggu pertama bulan November 2019.

“Kita telah tegaskan agar minggu pertama November sudah harus mencapai 45 persen. Kemudian meminta penambahan unit AMP, karena untuk mengejar target perlu penambahan meskipun yang ada sudah mencukupi. Sebab kita khawatir sekarang masuk musim penghujan,” ujarnya.

“Dari permintaan kita soal penambahan unit AMP, alhamdulillah hari ini (rabu-red) mereka mendengarkan dan telah menegerahkan beberapa penambahan uni AMP itu,” timbal politisi partai Golkar ini.

Monitoring Proyek Pelang - Batu Tajam
Ketua Komisi IV, Achmad Sholeh saat melakukan pengecekan kualitas jalan yang sudah dikerjakan, Senin (29/1).

Ia mengaku, sebenarnya pesimis pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Pesimis yang dimaksud yakni mengenai beberapa kondisi, misalnya memasuki musim hujan, struktur tanah yang gambut dan banyaknya lalu lintas roda empat.

Namun demikian, dirinya juga tidak bisa menyalahkan kontraktor lantaran merupakan tanggungjawab bersama antara pelaksana, PPK, PPTK, konsulatan, pemerintah dan DPRD selaku fungsi pengawasan.

“Ini memang tanggung jawab bersama. Tapi kontraktor jangan main-main dengan kepercayaan yang diberikan pemerintah. PPK dan PPTK juga sama, tolong kepercayaan itu benar-benar dijaga. Apabila gagal, akan jadi penentu nasib PPK dan PPTK,” ancamnya.

“Sebab itulah, apabila minggu pertama bulan November 2019 progres tidak mencapai 45 persen, maka Komisi IV akan melakukukan evaluasi. Kita tidak bicara untung rugi, soal itu tidak mau tahu, yang penting pekerjaan selesai dan kualitasnya bagus,” ketus dia.

Ketua Paguyuban jawa itu mengungkapkan, ada tiga point sorotan dalam monitoring. Diantaranya mengenai serapan anggaran, kualitas dan ketepatan waktu. Mengenai kualitas badan jalan jika dibanding dengan di Kota, menurutnya memang terdapat perbedaan.

“Kita ketahui memang kualitas badan jalan berbeda. Soal itu kita tidak mau tahu, kalau sudah membelanjakan APBD Rp58 M kualulitas harus bagus. Oleh karenanya kami akan memanggil pihak PU dan Pelaksana pada 8 November untuk menagih janji 45 persen itu,” ungkapnya.

Progres Hanya Bergeser Sekian Persen

Sebelumnya, pada Minggu (13/10/2019)  Operasional PT Marga Mulia, Kiryono mengatakan, bahwa pengerjaan proyek jalan Pelang – Batu Tajam terus berjalan dan tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan.

“Sekarang jalan terus, dan tidak ada kendala. Progres pekerjaan dari awal mulai sampai saat ini sudah hampir 30 persen,” kata Kiryono saat diwawancara media, Minggu (13/10) lalu.

Soal struktur dasar tanah gambut, diakuinya juga tidak ada masalah. Menurutnya, dasar atau pondasi pembangunan jalan juga sudah kuat dan keras.

“Insyaallah sampai batas akhir waktu pekerjaan sudah clear. Kita akan usahakan mencapai tergat,” timpalnya bernada optimis.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.