
KETAPANGNEWS.COM—Komisi IV DPRD Bidang Pembangunan Kabupaten Ketapang melakukan monitoring terhadap empat mega proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Ketapang tahun 2019, Selasa (29/10).
Empat mega proyek tersebut yaitu, Jalan Pelang – Batu Tajam (PT Marga Mulia), Jembatan Inhu Tani (CV Dwa Mitra Abadi), Jembatan Kelampai (CV Torina) dan Jalan Tumbang Titi – Mambuk (CV Arya Mitra Mandiri).
“Pada tanggal 29 Oktober Komisi IV tidak hanya monitoring Jalan Pelang – Batu Tajam, tapi juga monitoring tiga proyek lain,” kata Ketua Komisi IV, Achmad Sholeh ST MSos, Rabu (30/10).
Mengenai hasil monitoring, secara umum Sholeh menjelaskan, untuk pembangunan Jembatan Kerangka Baja Inhu Tani sedang proses pengerjaan. Pelaksana proyek memastikan akhir November 2019 selesai.
“Saat kita cek dilapangan, konsultan dari proyek itu memastikan akhir Bulan November 2019 kerangka baja jembatan akan terpasang,” jelasnya.
Kemudian, pembangunan Jembatan Kerangka Baja di Kelampai senila Rp 7 Miliar kemungkinan paling lama minggu ketiga bulan November sudah selesai. Begitu juga pengerjaan Jalan Tumbang Titi – Mambuk.
“Kalau tiga proyek itu saya optimis selesai tepat waktu. Tapi kalau pembangunan Jalan Pelang – Batu Tajam saya agak pesimis bisa selesai tepat waktu. Tami semoga saja selesai sesuai target waktu,” ungkap Legislator Golkar itu.
Terkait pesimismenya terhadap tidak selesainya Jalan Pelang – Batu Tajam tepat waktu, dia berpendapat karena kondisi. Seperti cuaca masuk musim hujan, pondasi tanah agak gambut dan banyaknya aktivitas lalu lintas roda empat.
“Kalau pelaksana tidak benar-benar mengaturnya, maka tidak akan bisa mengejar target penyelesaian sepanjang kurang lebih 19 kilo meter itu. Makanya kita minta pelaksana menambah unit AMP,” ujarnya.
Terhadap proyek Pelang – Batu Tajam, pihaknya menekankan pada pelaksana untuk mengejar target progres 45 persen minggu pertama bulan November 2019. Pertanggungjawan juga akan diminta pada 8 November 2019.
“Tanggal 8 November kita akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan kontraktor untuk menagih soal target 45 persen progres kerja. Kita bukan cari masalah, tapi solusi guna mendorong pelaksana bekerja maksimal,” tutupnya.
Sementara Operasional PT Marga Mulia, Kiryono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya selaku kontraktor tetap berusaha dan berkomitmen semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Bahkan permintaan Komisi IV untuk penambahan AMP sudah direalisasikan.
“Akan kita realisasikan. Tadi malam (rabu-red) sudah kami jelaskan ke Komisi IV DPRD soal penambahan AMP untuk finiser dan sudah dipersiapkan untuk mobilisasi,” kata Kiryono, Kamis (31/10) siang melalui selularnya.
Mengenai target 45 persen progres kerja minggu pertama bulan November, menurut dia, tetap diusahakan mengejar target.
“Mudah-mudahan mengejar target, akan kami usahakan. Sebab 32 persen progres itu minggu lalu, masih ada yang belum ditambah dalam berjalan,” ucapnya.
“Kalau soal kualitas pekerjaan, kami diawasi konsultan dan asisten tekhnik PU. Pada intinya kami selaku kontraktor juga tidak mau nama kami jelek, bukan hanya sekedar mencari untung, segala sesuatunya tetap kami jaga,” tambahnya.(absa)