
KETAPANGNEWS.COM—Sepekan terakhir, di Kabupaten Ketapang ramai membicarakan soal pembangunan infrastruktur Pemerintah Daerah (Pemda) tahun 2019. Soroton publik tampaknya fokus tertuju pada sejumlah mega proyek bersumber dari APBD yang sedang dikerjakan.
Salah satu objek perhatian masyarakat Ketapang saat ini yaitu mega proyek Jalan Pelang – Batu Tajam. Tidak sedikit anggaran APBD terkucur ke pembangunan jalan penghubung antara kota dan beberapa Kecamatan perhuluan tersebut.
Dengan nilai anggaran pantastik, menempatkan proyek yang dikerjakan PT Marga Mulia itu berada diurutan pertama sebagai proyek terbesar tahun 2019. Karenanya, tidak heran jika soal kualitas pekerjaan terus diawasi masyarakat.
Beberapa hari belakangan, di media sosial facebook ramai membicarakan proyek Pelang – Batu Tajam. Pasalnya, proyek yang masih proses pengerjaan itu sudah terdapat kerusakan terutama pada aspalnya.
Saat dikonfirmasi, Operasional PT Marga Mulia, Kiryono membenarkan jika pada pengerjaan royek Pelang – Batu Tajam terdapat sedikit kerusakan sesuai poto-poto yang beredar di medsos. Menurutnya, itu akan diperbaiki sebelum finishing.
“Iya (ada kerusakan-red). Tapi akan diperbaiki sebelum finishing. Mengenai kerusakan tepi badan jalan, itu namanya bukan terkeluupas, melainkan kami cutting untuk di HRS Base ulang, sebab ada kerusakan disitu,” jelas Kiryono, Selasa (26/11) kemarin.
Ia menegaskan, pihaknya tetap bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pekerjaan sampai batas waktu kotrak selesai. Sehingga bila masih ada yang rusak akan dibenahi sebaik mungkin.
“Setiap pekerjaan pasti ada resiko. Itulah saya bilang, jika rusaknya ketahuan sekarang pasti diperbaiki. Walupun banyak kendaraan bermuatan lalu lintas yang tidak terkntrol,” pungkasnya.(absa)