Elpiji Subsidi Banyak Disalahgunakan Oknum Masyarakat Menengah Keatas

M Febriadi
Ketua DPRD Ketapang, M Febriadi saat diwawancara media di kantornya, Jum’at (1/11).

KETAPANGNEWS.COM—Sejak beberapa hari belakangan masyarakat Kabupaten Ketapang mengeluhkan sulitnya mendapat Gas Elfiji 3 kilogram bersubsidi. Kondisi sulit didapatnya Elpiji juga mempengaruhi harga jual hingga Rp 30 ribu keatas, terutama ditingkat pengecer.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Ketapang, M Febriadi mengatakan, penyebab kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram di Ketapang bukan karena masyarakat miskin bertambah, melainkan banyak disalahgunakan oknum masyarakat menengah keatas.

Masyarakat menengah yang dimaksud seperti pengusaha rumah makan, restoran, hotel, Pegawai Negeri Sipil dan tempat yang dianggap tidak boleh menggunakan elpiji subsidi.

“Hal itu akan membuat stok elpiji berkurang, sehingga masyarakat yang benar-benar memiliki hak disubsidi tidak mendapat jatah,” kata M Febriadi, Jum’at (1/11) ketika diwawancara media di kantornya.

Secara kelembagaan, DPRD berharap Pemerintah Daerah, khususnya SKPD terkait melakukan sidak seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak. Menurutnya, hal-hal yang baik perlu dicontoh.

“Kita berharap apa yang dilakukan kota Pontianak dengan sidak tempat makan, restoran dan hotel atau tempat yang tidak boleh menggunakan elpiji bisa diikuti jika diperlukan,” ujarnya.

Selain itu, kepada pangkalan dia meminta agar aturan penjualan dari pertamina dapat diikuti. Jangan sampai menjual diatas Harga Eceran Tertinggi, jika ditemukan Pemda hendaknya memberi sanksi.

“Bila perlu pangkalan juga disidak terkait penerapan harga. Kemudian, jika penyebab langka adalah stok tidak cukup, kita dorong Pemkab mengusulkan penambahan kuota,” tuntasnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.