
KETAPANGNEWS.COM—Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Ketapang berencana melakukan monitoring proyek APBD tahun 2019. Salah satu objeknya peningkatan struktur Jalan Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang, Kecamatan Jelai Hulu.
Wacana monitoring tersebut dalam rangka memastikan informasi warga, bawah progres pekerjaan mega proyek senilai Rp23 miliar itu berjalan lamban. Bahkan, masyarakat pesimis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kontrak oleh PT Rantau Kapuas Raya.
Ketua Komisi IV, Achmad Sholeh ST MSi mengatakan, pengawasan terhadap pekerjaan proyek dari APBD sangat penting dilakukan guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas kerja.
“Jika memungkinkan, dan Badan Musyawarah DPRD memberi jadwal, kita akan monitoring pekerjaan mega proyek seperti di jalan Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang,” kata Achmad Sholeh, Rabu (13/11) kepada media.
Menurut Sholeh, khusus pekerjaan peningkatan Jalan Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang, Kecamatan Jelai Hulu berdasarkan informasi warga, mereka pesimis bisa terselesaikan tepat waktu.
“Informasi warga masih samar -samar kita dengar, katanya masyarakat disana pesimis pekerjaan bisa terselesaikan. Untuk mengetahui jelasnya, jika waktunya memungkinkan kita akan kesana,” ungkapnya.
“Setelah itu, kalau Badan Musyawarah dapat menjadwalkan, pasca monitoring jika dilapangan sesuai apa yang disampaikan masyarakat, kita akan panggil kontraktornya. Mudah-mudahan waktunya terkejar,” timbal dia.
Ia menambahkan, dalam rencana monitoring kedepan, pihaknya juga meninjau pekerjaan Pelang – Batu Tajam. Itu dilakukan untuk memastikan agar proyek terbesar tersebut dikerjakan secara baik dan bisa selesai tepat waktu.
“Kalau semua terjadwal, jika tidak memungkinkan bisa memonitor beberapa objek, kami 10 orang Komisi IV akan berbagi tugas agar semuanya dapat terawasi,” pungkasnya.(absa)