
KETAPANGNEWS.COM—Pelaksana Mega Proyek Peningkatan Struktur Jalan Pelang – Batu Tajam, PT Marga Mulya dinilai gagal. Pasalnya, selain dikenakan sanksi denda karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, saat ini kondisi disepanjang jalan sudah mulai mengalami kerusakan.
Dari pantauan media dilokasi pekerjaan, sedikitnya terdapat puluhan titik kerusakan disepanjang ruas jalan tersebut. Mulai dari jalan yang kembali berlubang hingga banyaknya serpihan sisa aspal bekas.
Ironisnya, proyek dengan pagu anggaran senilai Rp56 miliar lebih menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Ketapang tahun 2019 itu banyak dihiasi tambal sulam untuk menutupi kerusakan jalan yang belum lama dibangun.
Atas kondisi demikian, Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani meminta pihak terkait yakni Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk turun kelapangan melakukan audit fisik pekerjaan.
“Sejak awal kita sudah warning agar diputus kontrak dan dibayarkan sesuai yang ada. Tapi masih saja dipaksakan, justru ini menimbulkan kesan atau opini negatif apakah benar penyelesaian atau hanya sekedar mencairkan sisa anggaran,” ucap Abdul Sani, Minggu (26/1).
Menurut dia, saat ini kondisi jalan Pelang – Batu Tajam sudah banyak yang kembali rusak meskipun masih dalam tahap pengerjaan. Namun, dengan nominal pagu anggaran fantastis seharusnya kualitas pekerjaan bisa terjaga.
“Harusnya dengan tidak selesai sesuai waktu kontrak menjadi catatan, terlebih lagi ketika pekerjaan sudah dibangun tapi kembali rusak. Mestinya instansi terkait tegas, sehingga tidak ada kesan ikut bermain karena tidak berani mengambil sikap tegas,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Ir Sukirno mengaku bahwa sampai saat ini proyek Pelang Batu – Tajam belum selesai. Kata dia, pelaksana masih terus dikenakan denda setiap hari selama masa perpanjangan.
“Denda tetap jalan, kalau tidak salah perharinya sekitar belasan juta. Untuk total keseluruhan denda akan dihitung nanti setelah selesai,” ucap Sukirno, Minggu (26/01).
Mengenai adanya titik-titik yang mulai kembali rusak pada jalan tersebut, menurutnya diakibatkan banyaknya lalu lintas truk bermuatan over kapasitas. Sehingga daya tahan aspal yang belum dingin kurang maksimal.
“Kendalanya ketika aspal belum dingin sudah dilalui kendaraan. Makanya pelaksana juga kerja berburu waktu mencari cuaca bagus. Intinya pelaksana masih terus bekerja, untuk pencairan tidak bisa dilakukan lagi sampai benar-benar selesai,” tuntasnya.
Sementara itu, Tenaga Operasional PT Marga Mulya, Kiryono saat dikonfirmasi melalui pesan WA sejak 22 Januari hingga kini belum memberikan respon.(absa)