
KETAPANGNEWS.COM – Satnarkoba Polres Ketapang meringkus Marsup (46) warga Dusun Sumber Priangan, Kacamatan Nanga Tayap diduga pengedar narkoba.
Marsup diamankan di Jalan Gatot Subroto, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan beserta barang bukti narkoba jenis sabu 18,47 gram, Minggu (26/1) dinihari.
Kapolres Ketapang, AKBP Siswo Handoyo melalui Kasat Narkoba Polres Ketapang, Iptu Anggiat Sihombing mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari pengembangan kasus lain serta adanya informasi dari masyarakat. Saat diamankan tersangka sedang berjalan kaki menunggu sebuah travel untuk kembali menuju kediamannya.
“Saat ditangkap dan digeledah ditemukan narkoba jenis sabu sebanyak 18,47 gram didalam tas tersangka,” jelasnya, Jum’at (31/1).
Menurutnya, pihaknya juga sempat memeriksa beberapa orang saksi termasuk pihak travel yang beberapa saat setelah kejadian tiba dilokasi dan hendak menjemput tersangka.
“Untuk kasus kali ini memang agak berbeda karena biasanya barang bukti sudah diracik kalau ini barang bukti masih utuh dalam satu bungkus,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pengembangan dalam kasus ini, sedangkan tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara serta denda 10 Miliar.
Sementara Marsup (46) mengaku baru enam bulan terakhi membeli sabu Kota Ketapang. Namun ia membantah dirinya menjual barang tersebut lantaran barang haram tersebut hanya digunakan dirinya sendiri.
“Tidak dijual, itu saya pakai sendiri,” akunya.
Menurutnya, ia kerap membeli dengan jumlah banyak bahkan pernah sebanyak 20 gram, hal tersebut dilakukan agar dirinya tidak harus bolak-balik membeli barang tersebut.
“Yang terakhir 18 gram, itu untuk stok, biasanya bisa untuk 3 bulan pakai,” ucapnya.
Bapak lima anak tersebut, mengaku sudah mengenal narkoba sejak tahun 2000 dan sempat berhenti mengkonsumi karena persoalan ekonomi, namun saat ini diakuinya kembali mengkonsumsi barang haram tersebut lantaran merasa bisa mengobati sakit di punggung belakangnya, belinya pakai duit hasil kebun sawitnya.
” saya menyesal dan mengaku jera karena saat ini harus berpisah dari kelima anak dan istri saya,” sesalnya. (Jay)