
KETAPANGNEWS.COM– Sekda Ketapang, H.Farhan SE, M.Si melaporkan kondisi Kabupaten Ketapang terkait kebijakan penanganan Covid 19 kepada Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji SH, M.Hum, dalam rapat koordinasi melalui teleconference dengan seluruh Bupati/Walikota se-Kalbar Selasa ( 7/4/2020) dari kantor Diakominfo Kabupaten Ketapang. Sebanyak 14 Kabupaten/kota se-Kalbar hadir melaporkan perkembangan penanganan covid 19 di wilayah masing-masing.
Sekda Ketapang, H.Farhan SE, M.Si melaporkan kondisi sembako, khususnya beras untuk tiga bulan kedepan dalam keadaan aman. Hanya disampaikan, untuk gula pasir, harga mengalami kenaikan sama dengan daerah lainnnya di Kalbar, sekitar Rp 20.000-Rp 22.000.
Terkait bantuan beras dari Propinsi Kalbar, Gubenur Kalbar mengintruksikan Pemkab Ketapang segera mengkoordinasikan dengan Dinas pangan. Gubernur Kalbar menekankan, agar Sekda Ketapang menyampaikan kepada Bupati Ketapang, jangan sampai ada tenaga kerja yang keluar dan masuk ke Ketapang.
“Untuk tenaga kerja asing, sudah kita intruksikan kepada instansi terkait, Alhamdulillah untuk tenaga kerja asing sudah ada Peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2020 yang melarang Warga Negara Asing masuk ke Indonesia untuk sementara waktu, dan ini juga sudah kami instruksikan ke jajaran,” tegas Sekda Ketapang, H.Farhan SE, M.Si.
Sekda Ketapang juga melaporkan, bahwa kondisi penanganan Covid 19 di Ketapang diketahui ada sebanyak 172 orang dalam pemantauan. Untuk pasien dalam perawatan sebanyak 1 orang, dengan KTP Kabupaten Kayong Utara. Untuk orang dengan kondisi reaktif dilaporkan sebanyak 6 orang dan saat ini sedang diisolasi di RSUD Agoedjam.
Pemkab Ketapang saat ini sudah menyiapkan 22 tempat tidur di RSUD Agoesdjam untuk penanganan Covid 19. Selain itu juga Pemkab Ketapang mendapatkan pinjaman Kantor PT BSM yang tidak lagi dipakai. Bangunan yang terletak dekat Hutan Kota Ketapang, direncanakan akan dimanfaatkan sebagai ruangan isolasi dengan kapasitas 36 tempat tidur.
Untuk penanganan terhadap satu pasien yang sudah dinyatakan sembuh, saat ini Pemkab Ketapang sedang melakukan rapid test di Kecamatan Marau. Rapid test di Kecamatan Marau ini dianggap penting, karena di wilayah Marau pernah ada pasien yang dinyatakan positip karena bepergian ke Bogor dan Jakarta. Saat ini pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh. Walaupun demikian, perlu tindaklanjut untuk masyarakat sekitar Kecamatan Marau.
Bantuan rapid tes diterima dari Pemerintah Propinsi Kalbar adalah sebanyak 200 buah, dan bantuan dari Kadin sebanyak 200 buah. Dengan demikian ada sebanyak 400 rapid test. Rapid test yang sudah digunakan ada sebanyak 100 buah, dan tersisa sebanyak 300 buah. Rapid test inilah yang nantinya akan digunakan termasuk dalam pengecekan terhadap para santri putra.
“Akan kita lakukan pengecekan, karena alamat para santri juga sudah diketahui,” tegas H.Farhan SE, M.Si.( Adv/Jay).