KETAPANGNEWS.COM– Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Ketapang yang rutin digelar setiap tanggal 17 di halaman Kantor Bupati Ketapang. Apel diikuti Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten sekretariat daerah, kepala perangkat daerah, camat, pejabat struktural dan fungsional, kepala desa, serta jajaran pemerintah lainnya.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa apel gabungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan konsolidasi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang agar tetap solid dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui apel gabungan ini kita memastikan seluruh jajaran pemerintah tetap solid dalam menjalankan tugas, fungsi, dan amanah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama Bupati adalah pengawasan distribusi LPG 3 kilogram dan BBM bersubsidi. Ia menegaskan bahwa LPG bersubsidi merupakan hak masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro sehingga harus disalurkan secara tepat sasaran.
Bupati menginstruksikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM bersama instansi terkait untuk terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pangkalan maupun pengecer guna mencegah praktik penjualan di atas harga ketentuan serta penyalahgunaan distribusi.
“Sidak jangan berhenti. Kita harus memastikan LPG 3 kilogram benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. Pemerintah harus hadir melindungi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak menggunakan LPG bersubsidi apabila masih mampu menggunakan tabung nonsubsidi.
“Jangan sampai kita justru mengambil hak masyarakat yang memang berhak menerima subsidi,” katanya.
Selain LPG, Bupati turut menyoroti distribusi BBM, khususnya Pertalite, yang sempat mengalami keterlambatan pasokan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi langsung dengan Pertamina untuk memastikan penyebab gangguan distribusi sekaligus mengawal agar pasokan kembali normal dan tidak terjadi kenaikan harga secara tidak wajar.
“Walaupun kewenangan pemerintah daerah terhadap BBM terbatas, kita tidak boleh menutup mata. Kita tetap harus hadir menjaga kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Alexander kembali mengingatkan seluruh ASN, kepala perangkat daerah, camat hingga kepala desa agar bekerja secara profesional sesuai tugas pokok dan fungsi serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan merupakan kerja bersama seluruh unsur pemerintahan, bukan hanya kepala daerah semata. Karena itu, kepala desa diminta memahami regulasi pemerintahan desa dan pengelolaan keuangan desa, sementara camat diharapkan mampu menjadi pembina sekaligus motor penggerak pembangunan di wilayah masing-masing.
“Kepala desa dan camat adalah ujung tombak pemerintah. Jalankan kewenangan dengan baik dan tetap tegak lurus terhadap kebijakan pemerintah daerah,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam membangun desa, menjaga lingkungan, serta memperkuat kehidupan bermasyarakat.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Menjaganya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat,” ucapnya.
Di bidang pembangunan, Alexander menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang terus meningkatkan konektivitas daerah melalui hadirnya penerbangan langsung Ketapang–Jakarta serta pembukaan rute baru Ketapang–Yogyakarta yang akan segera beroperasi. Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan juga terus dipercepat guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses masyarakat.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh aparatur meninggalkan perbedaan politik pasca-Pilkada dan fokus bekerja demi kepentingan masyarakat.
“Tidak ada lagi sekat-sekat politik. Yang ada sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama membangun Ketapang menjadi lebih maju,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar senantiasa menjaga integritas dan menjadikan jabatan sebagai amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita adalah pelayan masyarakat. Jabatan adalah amanah. Gunakan kesempatan ini untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Ketapang.”
Melalui apel gabungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga stabilitas daerah, serta mempercepat pembangunan menuju visi Ketapang Maju dan Mandiri.(adv/jay).