
KETAPANGNEWS.COM – Hari libur bukan alasan untuk berhenti berjuang. Hal itu ditunjukkan Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., bersama Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib yang tetap hadir di tengah perjuangan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kuala Tolak, Kabupaten Ketapang, Sabtu (5/9/2026).
Di saat sebagian masyarakat menikmati hari libur, para personel Satgas Karhutla justru masih berjibaku di lapangan untuk mengendalikan api. Bupati dan Dandim memilih hadir langsung untuk melihat kondisi penanganan sekaligus memberikan dukungan dan semangat kepada para petugas.
Kehadiran kedua pimpinan tersebut menjadi bukti bahwa penanganan Karhutla tidak mengenal waktu. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan seluruh unsur Satgas terus bergerak memastikan setiap titik api dapat ditangani dan tidak meluas.
“Hari ini hari libur, tetapi perjuangan kita tidak boleh libur. Selama masih ada api dan masyarakat yang membutuhkan perlindungan, kita harus hadir. Saya bersama Dandim ingin memastikan teman-teman Satgas tidak merasa berjuang sendirian,” tegas Bupati Alexander Wilyo.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus bekerja di lapangan, meskipun harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Menurutnya, perjuangan para petugas merupakan bentuk pengabdian nyata dalam menjaga masyarakat dan lingkungan Kabupaten Ketapang.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan seluruh personel. Panas, asap dan medan yang berat tidak menyurutkan semangat mereka. Pemerintah akan terus memberikan dukungan dan bersama-sama sampai Karhutla ini benar-benar dapat kita kendalikan,” ujarnya.
Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib memastikan jajaran TNI akan terus bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, perusahaan, relawan dan seluruh unsur terkait dalam penanganan Karhutla.
Dari Kuala Tolak, Bupati kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Mari kita jaga Ketapang bersama. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar. Ini tanggung jawab kita bersama.” imbaunya.
Bagi Bupati, kehadiran langsung di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan setiap petugas yang berjuang menghadapi Karhutla mendapatkan dukungan.
Hari libur boleh datang, tetapi perjuangan untuk menjaga Ketapang tidak boleh berhenti. Dari Kuala Tolak, semangat itu terus dikobarkan: Satgas tidak sendiri, pemerintah hadir bersama mereka. (adv/jay).