Bupati Ambil Langkah Solusi Atasi Antrean Panjang di SPBU

MG_1791835646047
Rapat Koordinasi bersama Forkompinda Senin (12/10) malam di kantor Bupati terkait Pembahasan Tingginya Intensitas Antrian di SPBU-SPBU.

kETAPANGNEWS.COM-lBupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengambil sejumlah langkah dan solusi untuk mengatasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi bersama Forkompinda Senin (12/10) malam di kantor Bupati terkait Pembahasan Tingginya Intensitas Antrian di SPBU-SPBU.

Bupati menerbitkan Surat Resmi Pengendalian, Surat Keputusan/Himbauan melalui Surat Nomor 166/DISDAG.500.2.1/X/2026 yang ditujukan kepada PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta pengelola SPBU.

Bupati juga meminta Kepastian Kuota dari Pertamina dan Terminal Fuel Jobber Ketapang agar kuota penyaluran BBM khususnya Pertalite ke SPBU-SPBU tidak dikurangi dan tetap disalurkan secara utuh.

“distribusi Pertalite dari Jobber ke SPBU agar tetap sesuai kuota, tidak dikurangi. Sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati menjelaskan sambil menunggu Jadwal Kapal Pasokan:BBM serta mengantisipasi keterlambatan atau keterbatasan dengan mempercepat kedatangan kapal pengangkut BBM dari Banten yang dijadwalkan tiba paling lambat Rabu, 14 Oktober 2026.

Terkaitt pembagian Wilayah Distribusi, Kata Bupati agar membagi jalur distribusi BBM di Ketapang agar lebih merata—wilayah pesisir disuplai melalui Jobber Ketapang, sedangkan wilayah pedalaman mendapat pasokan langsung dari Depot Pertamina Pontianak, serta memperluas jangkauan ke seluruh Pertashop.

Terkait izin Penjualan Pertamax untuk Pengecer, dizinkan pengecer menjual Pertamax dengan harga wajar tidak berlebihan guna mengurangi penumpukan kendaraan di SPBU.

Bupati juga meminta Pemerataan ke Pertashop, agar distribusi BBM juga dimaksimalkan menjangkau seluruh jaringan Pertashop di wilayah Kabupaten Ketapang.

Bupati menegaskan, untuk Penertiban Jalur Rantai Distribusi akan berkoordinasi dengan Kapolres Ketapang untuk menertibkan antrean agar tetap kondusif, serta melakukan pengawasan langsung ke Jobber dan SPBU guna mencegah penimbunan atau penyimpangan.

Andi ( 40 ) warga Desa Suka Maju mengungkapkan, terkait llangkah yang di ambil Pemda Ketapang melalui Bupati sudah tepat guna mencari solusi atas kepanikan warga selama ini yang sangat kesulitan mendapatkan BBM, terutama di tingkat pengecer.

” Saya apresiasi langkah Bupati dan Forkompinda, semoga saja cepat terlaksana dan menjadi solusi untuk mengatasi sulitnya mendapatkan BBM,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, antrean panjang di SPBU membuat waktu terbuang sementara pengecer tidak lagi menjual BBM.

“terpaksa mengantre lama di SPBU atau berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain karena stok sering kehabisan,” ujarnya.(Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.