Hanya 25 Menit, 10 Hektar Lahan Pertanian Ludes Dimakan Belalang

“10 hektar sawah sudah ditanami padi berusia satu bulan lebih, tinggal dua bulan lagi panen, tapi semua sirna karena sudah di makan oleh belalang kembara,” Jelas Lazwardi Ketua Kelompok Tani Teluk Sengkuang Kamis (27/10).

lazwardi
Ketua Kelompok Tani Teluk Sengkuang, Lazwardi sedang menunjukkan foto dokementasi Belalang yang menyerang lahanya Kamis (27/10).

KETAPANGNEWS.COM—Sebanyak 10 hektar lahan pertanian milik Kelompok Tani Teluk Sengkuang, Desa Ulak Medang, Kecamatan Muara Pawan habis dimakan belalang kembara hanya dalam kurun waktu 25 menit, pada Selasa (25/10) sore.

Saat dikonfirmasi, Ketua Kelompok Tani  Teluk Sengkuang, Lazwardi menjelaskan, serangan hama belalang terjadi begitu cepat hingga para petani kewalahan dalam mengusir belalang yang jumlahnya hingga jutaan tersebut.

“Awal mulanya belalang menyerang lahan milik Pak Karisno pada Selasa (25/10) sore, saat itu Pak Karisno sedang membersihkan rumput di sawahnya, kemudian terdengar suara bergemuruh mengikuti arah angin, seketika suara bergemuruh langsung menyerbu sawahnya,” ungkapnya menceritakan cerita pak Karisno kepada wartawan di Ketapang, Kamis (27/10).

Ia melanjutkan, melihat kejadian tersebut pak karisno beserta istrinya yang sedang berada di sawah kemudian berusaha mengusir hama belalang yang jumlahnya diperkirakan jutaan ekor, hanya saja usaha yang dilakukannya tidak maksimal.

“Mereka sudah mencoba mengusir dengan menyalakan api, memberikan bunyi-bunyi tapi tidak mempan, malah sawah-sawah sekitar milik pak Karisno juga habis dimakan belalang hanya dalam kurun waktu 25 menit saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, akibat kejadian tersebut ada sekitar 6 orang petani dengan total sawah seluas 10 hektar yang habis diserang belalang kembara, padahal 10 hektar sawah tersebut sudah ditanami padi oleh para pemiliknya, yang mana kerugian ditafsir mencapai puluhan juta rupiah.

“10 hektar sawah sudah ditanami padi berusia satu bulan lebih, tinggal dua bulan lagi panen, tapi semua sirna karena sudah di makan oleh belalang kembara,” keluhnya.

Ia mengaku dirinya dan juga para petani lainnya merasa khawatir hama belalang kembara kembali menyerbu sawah di desa mereka, terlebih saat ini masih ada sekitar 70 hektar sawah yang sudah di tanami padi di desa mereka.

“Saat ini kami semua merasa was-was, takut belalang kembali menyerang, jumlah mereka banyak bagaimana bisa kami atasi sendiri, makanya kami sudah laporkan persoalan ini ke PPL dan hari ini kami akan memasukan surat ke Dinas pertanian juga meminta bantuan benih dan racun untuk membasmi hama belalang,” ujarnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.