Doa Akbar Demi Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

“Seluruh wilayah di Indonesia harus tetap aman dan terkendali,” tegas Kapolres Ketapang AKBP Sunario.

akbar
TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar serta masyarakat Ketapang berpoto bersama usai doa bersama di Masjid Agung AL-Ikhlas Jumat (2/12).

KETAPANGNEWS.COM – Jajaran TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar serta masyarakat Ketapang menyelanggarakan Doa Istighosah Akbar di Masjid Agung Al-Ikhlas Jumat (2/12). Doa bersama dipimpin tokoh agama kemudian diikuti para peserta doa bersama.

Kapolres Ketapang, Ajun Komisaris Besar (Pol) Sunario mengatakan, doa bersama ini demi berharap semuanya tetap menjaga persatuan dan kesatuan di seluruh Indonesia termasuk Ketapang.

Kapolres menegaskan perbedaan agama, suku dan lain sebagainya harus tetap bersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Negara Indonesia ini harus kita semuanya yang menjaganya.

“jangan mau diadu domba untuk memecah belah,” tegas Kapolres usai doa bersama kepada wartawan Jumat (2/12).

Kapolres mengharapkan melalui doa bersama ini Negara Indonesia semakin aman dan terkendali.Ia tidak menginginkan Negara Indonesia seperti negara-negara yang kisruh.

“Seluruh wilayah di Indonesia harus tetap aman dan terkendali,” ujar Kapolres.

“Doa bersama ini demi mengigatkan seluruh masyarakat khususnya umat Islam,dalam situasi dan kondisi apapun jangan jauh-jauh dari Allah SWT,” timpal Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ketapang, KH Jema’ei Makmur.

KH Jema’ei Makmur mengingatkan, dalam keadaan tersulit pun harus kembali kepada Allah SWT. Para Nabi pun ketika mendapatkan kesulitan dikembalikan kepada Allah.

“Jadi sebesar apapun masalah yang kita hadapi harus dikembalikan kepada Allah,” ucapnya.

Jema’ei Makmur menegaskan, jika kita meminta pertolongan kepada Allah. Maka persoalan besar bisa menjadi kecil. Maka doa bersama ini karena Negara kita berdasarkan Pancasila.

“Kita minta Pemimpin dan rakyat yang menjiwai Pancasila,” katanya.

Ia menjelaskan, menjiwai Pancasila itu di antaranya berkemanusiaan yang adil dan beradab. Kalau semua sudah menjiwai kemanusiaan yang adil dan beradab, Insya Allah di Indonesia tidak akan ada perpecahan dan peperangan.

“Antar sesama manusia harus saling mengasihi, saling memberi, mencintai dan saling beradab atau berakhlak baik,”ucapnya.

Ia bersyukur di Kabupaten Ketapang selama ini belum pernah terjadi hal-hal tak diinginkan yang mengancam perpecahan antar sesama. Artinya masyarakat Ketapang bisa memahami makna Pancasila. Memahami ketuhanan, kemanusiaan, kerakyataan, persatuan dan keadilan. Serta memegang kokoh dan mengamalkan makna bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Doa bersama ini bermakna demi keselamatan Bangsa Indonesia sebagai seruan dan ajakan agar suasana di lapisan masyarakat Ketapang tetap damai dan kondusif. Masyarakat Indonesia, khususnya di Ketapang diminta menjaga bingkai Bhineka Tunggal Ika.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.