
KETAPANGNEWS.COM—Salah satu Nasabah BRI Novita (17) berharap pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) menganti uangnya Rp 62.812.344 yang ditabung di BRI Cabang Ketapang yang telah dibobol penipu pada 24 Agustus 2016 lalu.
“Uang itu bagi saya sangat besar, saya tak menyangka uang saya akan dibobol penipu,’’ kata Novita Minggu (4/12) kepada wartawan.
Novita warga Kelurahan Kalinilam Kecamatan Delta Pawan ini berharap, masalah ini cepat selesai dan uangnya bisa segera dikembalikan pihak BRI. Dirinya mengaku sangat merasa dirugikan terhadap kejadian tersebut. Hingga saat ini menjadi beban pikirannya terlebih belum ada kejelasan kapan pihak BRI akan mengantinya.
“Atas kejadian tersebut saya merasa sangat dirugikan,” ungkapnya.
Ia menuturkan awal menabung pada 21 Juni 2016 lalu. Selama membuka rekening ia terus menambah saldonya hingga mencapai Rp 63 juta. Ternyata pada 24 Agustus 2016 ada orang menelponnya mengaku dari pihak BRI.
“Ketika menelpon penipu itu juga langsung menanyakan apa ia benar bernama Novita. Serta menyebutkan alamat dirinya yang sangat tepat. Saya kira orang tersebut memang dari pihak BRI, ternyata penipu,” ujarnya.
Ia menambahkan pada waktu bersamaan di handponenya masuk pesan dari IB BRI tentang aktivasi mTOKEN. Ternyata penipu yang menelpon itu mengetahuinya dan meminta Novita menyebutkan nomor mTOKEN yang masuk tersebut.Penipu yang mengaku dari pihak BRI meminta nomor mTOKEN untuk pembaharuan.
“Jadi saya sebutkan nomor mTOKEN yang masuk ke handpone saya. Setelah itu ada lagi SMS bahwa uang direkening saya ditransfer ke rekening orang lain,” ungkapnya.
Novita pun segera malaporkan kejadian tersebut kepada orangtuanya. Kemudian bersama orangtuanya mengecek saldo di rekeningnya ternyata memang sudah hilang. Ia juga langsung minta di blokirkan.
“terbelokir atau tidak saya tak tahu,” ujarnya.
Pimpinan PT BRI Tbk Kantor Cabang Ketapang, Dekhi Ensya Permadi saat dikonfirmasi salah satu awak media menjelaskan, sudah menindaklanjuti persoalan tersebut. Namun terhadap harapan Novita itu, ia belum bisa memberikan tanggapan kepada awak media.Pihaknya sudah menyurati Novita kemaren.
“Tapi akan saya jelaskan pada Senin besok. Kalau sekarang belum bisa, saya lagi sama banyak orang, tidak enak,” kata Dekhi Minggu (4/12).(dra)