Safari Natal Bupati Ketapang di Tiga Kecamatan

“Bantuan kepada gereja Santo Paolus Rasul, gereja Santa Maria Rosari, gereja Penyebaran Injil, bantuan tersebut bukan bantuan yang besar tetapi bantuan tersebut bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada kehidupan umat beragama,“ kata Bupati Martin Rantan.

bupati-menyerahkan-bantuan-kepada-greja-dan-paket-natal-kepada-pastur-greja-paroki-st-paulus-rasul-kecamatan-tubang-titi
Bupati Ketapang Martin Rantan SH (tengah) berpoto bersama usai menyerahkan bantuan kepada gereja dan paket Natal kepada pastur gereja Paroki Santo Paulus Rasul Kecamatan Tumbang Titi Minggu (4/12).

KETAPANGNEWS.COM -Bupati Ketapang Martin Rantan SH, melakukan kunjungan kerja safari natal tahun 2016 dengan masyarakat Kecamatan Tumbang Titi, Kecamatan Pemahan dan Kecamatan Sungai Melayu Rayak, dalam kunjungan tersebut Bupati memberikan bantuan kepada gereja dan menyerahkan tali asih berupa paket sembako kepada masyarakat yang akan merayakan Natal.

“Bantuan kepada gereja Santo Paolus Rasul, gereja Santa Maria Rosari, gereja Penyebaran Injil, bantuan tersebut bukan bantuan yang besar tetapi bantuan tersebut bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada kehidupan umat beragama,“  kata Bupati Martin Rantan ketika menyampaikan sambutan di gedung pertemuan Paroki kecamatan Tumbang Titi, Minggu (4/12).

Bupati menyampaikan,bahwa telah mengadakan rapat kebhinekaan di pendopo Bupati Ketapang,sesudah itu mengadakan apel Nusantara Bersatu demi tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Saat ini di dunia banyak politik diluar negeri yang mulai merasuki, meracuni bangsa Indonesia gerakan gerakan yang mengatasnamanakan agama tetapi dengan tujuan politik luar negeri, “ kata Bupati.

Untuk itu Bupati beraharap kepada masyarakat Tumbang Titi, Pemahan, Sei Melayu Rayak, untuk  tidak usah mudah terpancing hasutan yang menimbukan api permusuhan persengketaan dan sebagainya.

“Karena kalau kita mulai diracuni semangat pertentangan mengatasnamakan suku, agama maka kita sulit untuk membangun,“ jelas Bupati.

Bupati memaparkan, bahwa pembangunan berhasil dengan baik jika daerah itu aman, pembangunan bisa dirasakan rakyat dan itu terjadi ketika rakyat berada dalam susana aman tenteram dan damai. “kalau daerah ini bergolak seperti di Poso, Suriah, Irak, Mesir, Sudan, maka kita ini membangun pun susah, karena negara kacau, daerah kacau, “ ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Bupati, kalau kondisi seperti itu yang terjadi adalah disibukan untuk  mengantisipasi situasi yang tidak kondusif, kita hanya kehabisan energi hanya untuk mencipkatan rasa damai, rasa aman dan kita menghabiskan energi hanya untuk meningkatkan rasa persaudaraan.

Bupati berpesan, kepada masyarakat agar tetap menjaga toleransi dalam beragama yang sudah terjalin baik di Kabupaten Ketapang.

“Ketika ada umat muslim melaksanakan ibadah kita dukung suasana agar umat muslim dapat melaksanakan ibadah, demikian juga ketika umat nasrani melaksanakan natal dan tahun baru umat muslim atau umat yang lain memberikan juga dukungan menjaga keamanan dan kedamaian “ ucap Bupati.

Bupati menambahkan, karena sesungguhnya setiap agama mengajarkan kebaikan dan tidak ada satu agama manapun mengajarkan keburukan, seperti saling bermusuhan, saling berperang dan sebagainya.

“Agama apapun pasti bermuara kepada kebaikan dan semua agama mengajarkan cinta kasih,“ tutup Bupati Martin Rantan.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.