Tanggul Air Asin Jebol Pengaruhi Aktivitas Pertanian

Pemerintah Akan Berupaya Mengantisipasinya

ilustrasi-net
Ilustrasi-Net

KETAPANGNEWS.COM—Jebolnya Tanggul Air Asin di Desa Suka Baru Kecamatan Benua Kayong menimbulkan dampak negatif di sektor pertanian. Pasalnya, jebolnya tanggul tersebut mempengaruhi aktivitas pertanian lantaran masuknya air asin. Dinas yang berwenang diminta segera ambil langkah perbaiki tanggul tersebut.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang, P Devie Frantito mengatakan , jebolnya Tanggul Air Asin di Desa Sukabaru sangat mempengaruhi aktivitas pertanian. Karena interusi air laut pasti akan masuk ke lahan-lahan pertanian dan mempengaruhi tanaman padi.

“Tentu berdampak pada sektor pertanian. Tidak mungkin padi kita tahan terhadap air laut.  Ini salah satu penyebab terjadinya puso,” kata Devie saat diwawancara belum lama ini.

Meski demikan, lanjut Devie, pemerintah akan ambil langkah. Pemerintah akan berupaya mengantisipasinya. Namun di ungkapkannya,  persoalan tanggul bukan kewenangan pihaknya melainkan kewenagang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi.

“Kepada instansi yang bersangkutan atau unit terkait agar cepat tanggap terhadap pembenahan tanggul-tanggul yang jebol itu. Sebab kita tidak punya kewenangan akan hal ini. Batasan kita di pengairan hanyalah tersier ke bawah, primer  sekundernya berada di PU,” timbal Devie.

Menurut dia, bukan hanya di daerah desa Sukabaru yang harus dibenahi, melainkan di  sepanjang pantai juga perlu dibenahi. Sebab, karena kita tahu rata-rata lumbung padi banyak  di daerah pantai.

“Kalau interusi air laut masuk, kemudian ditambah lagi musim hujan dan air pasang seperti sekarang ini, saya tidak bisa membayangkan. Yang jelas akan mempengaruhi hasil produksi pertanian kita. Sementara kita sedang gencar-gencarnya meninngkatkan produksi pertanian,” ucapnya.

Mantan Kepla DPU Ketapang ini juga menuturkan, memang akan lebih baik di daerah itu dibangun penahan gelombang terlebih dahulu, bukan tanggul tanah. Seperti kubus-kubus penahan gelombang. Karena makin hari permukaan air laut semakin naik. Hantaman gelombang semakin kuat, kalau cuman dengan tanah atau tanggul biasa tidak akan mempan.

“Mungkin 1 sampai 2 tahun bisa. Namun yang jadi masalah lagi keterkaitan dengan anggaran yang ada di dinas bersangkutan atau kementerian PU. Sebab anggarannya cukup besar kalau membuat penahan gelombang,” tuturnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.