
KETAPANGNEWS.COM, Pontianak—Mengisi Rangkaian Acara Temu Daerah PUSPA Khatulistiwa 2016 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi kalimanatan Barat (Kalbar), seluruh peserta temu Daerah lakukan kunjunagan lapangan, Selasa (8/11).
Kunjunagan lapangan dibagi dalam tida kelompok yang disediakan Panitia Pelaksana. Diantaranya, yayasan PKBM Mutiara Timur, Komunitas Khatulistiwa Berbagai (KKB) dan Lembaga Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita.
Pada kunjungan dengan objek Komunitas Khatulistiwa Berbagai, sebagian peserta melakukan wawancara langsung dengan salah satu pendiri komunitas tersebut yaitu Anggi.
Saat diwawancara, Anggi mengatakan Khatulistiwa Berbagi merupakan komunitas anak muda Pontianak yang didirikan pada 8 Desember 2013 silam. Komunitas ini berdiri karena melihat adanya kesenjangan dalam dunia pendidikan. Dimana si kaya lebih mendapat perhatian daripada si miskin.
“Anak-anak kurang mampu diluar sana merasa minder untuk bersekolah dikarenakan seragam yang mereka gunakan tidak layak pakai,” kata Anggi
Selanjutnya, Khatulistiwa berbagi berdiri untuk memperbaiki pendidikan yang mereka peroleh di sekolah, menutupi kebutuhan pendidikan mereka, serta mengajarkan nilai-nilai tata krama dan sopan santun yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah.
“Dengan metode pengajaran bermain sambil belajar kami berharap anak-anak marginal mendapatkan pendidikan setara dengan anak-anak yang mampu diluar sana tanpa harus minder untuk belajar dan bersekolah sama seperti teman-temannya yang lain,” ungkap wanita yang masih berstatus mahasiswa ini.
Ia menjelaskan, komunitas digagas bersama rekannya untuk menunjukan bahwa kaum muda bisa berbuat sesuatu untuk mewujudkan mimpi anak-anak yang menggantungkan hidup di jalanan atau sebagai pemulung. Dirinya mengaku, satu dari kebanyakan anak didik yang didampinginya telah berhasil melanjutkan kuliah dari hasil patungan uang jajan bersama rekannya.
Mengenai aktivitas, ia menceritakan setiap hari sabtu pihaknya mengadakan kelas inspirasi dengan menngundang rekan-rekan yang sudah bekerja untuk menceritakan profesi mereka. Ini bertujuan Agar adik- adik kami punya pandangan cita-cita ke depan.
Meski sudah berdiri tiga tahun sebagai komunitas yang konsen mendampingi anak, tak sedikit tantangan bagi keberadaan komunitasnya. Diantaranya, didatangi orang yang tidak suka lingkungannya ada komunitas serta pernah kecurian barang-barang yang akan dibagikan untuk hadiah lebaran. “Namun kami tetap semangat tanpa berputus asa.”
Sampai saat ini, Komunitas Khatulistiwa telah mendampingi 114 anak. Meski keterbatasan tempat yang dimiliki karena merupakan pinjaman. “Kedepan kami akan mengusahakan rumah sendiri untuk kegiatan ini yang tidak jauh dari pemukiman ini,” tuturnya.(absa)