Pemprov Kalbar Ajak Semua Pihak Bersinergi Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Lensus Kandri: Pemerintah juga membutuhkan peran dari berbagai pihak, baik masyarakat, Lembaga Masyarakat (LM), dunia usaha dan Media.

asisten-ii-pemrov-kalbal
Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten II, Lensus Hendrik saat memasangkan tanda peserta secara simbolis pada Forum temu Daerah PUSPA Khatulistiwa, Senin (7/11) di Hotel Aston. FOTO: Abdul Salim

KETAPANGNEWS.COM, Pontianak—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mengapresiasi pelaksanaan temu Daerah Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak PUSPA Khatulistiwa 2016. Hal ini diungkapkan Gubernur Kalbar melalui Asisten II, Lensus Kandri usai membuka acara Puspa, Senin (7/11) di Hotel aston.

Lensus mengatakan, masalah kekerasan perempuan dan anak khususnya di Kalbar cukup marak. Dengan pelaksanaan  temu Daerah PUSPA ini diharapkan bisa menemukan saran dan masukan, baik terhadap Pemerintah Pusat maupun pemerintah Provinsi terkait langkah-langkah kebijakan yang harus dilakukan.

“Tentu nanti Pemerintah Provinsi akan  merespon hasil keputusan dari pertemuan temu Daerah Puspa Ini, sepanjang untuk kebaikan dan mengurangi terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Lensus kepada Ketapangnews.com.

Terkait peraturan dalam mendukung pemberantasan terhadap kekerasan perempuan dan anak, pihaknya sudah memiliki produk hukum yang telah dikeluarkan, baik berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun berupa Peraturan Gubernur (Pergub).

Meski demikian, menurutnya langkah pemerintah sendiri juga tidak cukup untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui produk hukum yang dikeluarkan. Artinya pemerintah juga membutuhkan peran dari berbagai pihak, baik masyarakat, Lembaga Masyarakat (LM), dunia usaha dan Media.

Ia menjelaskan, peranan berbagai komponen tentu bisa membantu dalam mensosialisasikan dan menyebarluaskan kepada masyarakat, terutama yang memiliki anak-anak agar senantiasa waspada untuk mencegah jangan sampai terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, apalagi kekerasan dalam rumah tangga.

“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tidak cukup hanya pemerintah saja yang berperan. Tapi perlu bantuan semua pihak termasuk kalangan media agar semuanya paham. Memahami hakikat peraturan agar perempuan-perempuan merasa terlindungi hidup dibumi Khatulistiwa in,” tutupnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.