
KETAPANGNEWS.COM – Petani di Ketapang, Kalimantan Barat, mulai mencoba menanam padi menggunakan teknologi Hazton untuk meningkatkan produktivitas secara kuantum. Petani yang mulai menggunakan teknologi tersebut tergabung dalam Kelompok Tani Bina Baru, Dusun Srilingga, Desa Sungai Jawi, Matan Hilir Selatan.
Ruswandi Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang mengatakan,guna meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kalbar umumnya dan Ketapang khususnya.
“Saya mencoba untuk mengenalkan cara menanam padi dengan teknologi Hazton kepada petani di sini. Kalau bagus, panennya diprediksikan pada akhir Maret 2017,” kata Ruswandi saat taman padi perdana dengan teknologi Hazton Kamis (1/12).
Menurut Ruswandi, panen padi dengan teknologi Hazton hasilnya bisa berton-ton, yang biasanya hasil panennya hanya sekitar 3-5 ton.Tapi dengan teknologi Hazton,hasilnya bisa 8-15 ton/Ha.
“Karena, dalam satu batang terdapat 20-30 induk bibit. Jadi masaknya pun serempak. Karena umurnya sama,” jelasnya.
Ruswandi mengatakan, tanam padi dengan teknologi Hazton ini juga selain bisa menghasilkan panen yang banyak, tentu akan berdampak pada penjualannya. “Sehingga harga jualnya pun sudah pasti akan meningkat,” ujarnya.
Dengan pola ini, Ia berharap bisa memberikan contoh kepada petani yang lain dan mau mencoba apa yang dilakukan Kelompok Tani Bina Baru, Dusun Srilingga, Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan ini.(dra)