
KENDAWANGAN, KN—Tahun 2019, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp1,9 miliar lebih untuk program pendidikan sekolah dasar kepada SMPN I Kecamatan Kendawangan.
Pada realisasi anggaran, sesuai plang pekerjaan diperuntukkan pada bidang kegiatan rehab sedang/berat ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan dan WC sekolah penerima DAK tersebut.
Saat ini, sejumlah pekerjaan secara keseluruhan sudah selesai. Hanya saja proses pengerjaan memicu protes berbagai pihak, salah satunya Komite SMPN I. Bahkan beberapa waktu lalu proyek ini sempat viral di media sosial FB karena sebagain pekerjaan sudah ada yang rusak.
Anggota Komite SMPN I, Muchyar Dinet menduga, dalam pengerjaan banyak ditemukan kejanggalan. Seperti misalnya memakai bahan lama, sehingga mempengaruhi kualitas pekerjaan yang kemarin belum selesai tapi sudah terdapat kerusakan.
“Seharusnya kayu yang lama diganti, tetapi realisasinya tidak. Penilaian saya hampir 50 persen menggunakan kayu lama. Kalau sekarang pekerjaan sudah selesai, dan kayu-kayu itu sudah tertutup plapon, tapi kemarin sempat saya viralkan di FB,”ungkap Mohyar kemarin.

Menurut dia, pelaksana pekerjaan tidak dilakukan lembaga sekolah dan komite (panitia pembangunan). Padahal ia mengaku, harusnya dikerjakan secara swakelola atau bukan dikerjakan pihak lain.
“Kalau swakelola harusnya dikerjakan pihak sekolah dan melibatkan komite. Yang jadi pertanyaan saya, kenapa dikerjakan pihak lain, anehnya lagi yang mengerjakan adalah PNS kantor Camat. Ketika diminta RAB, sampai sekarang tidak ada yang mau menunjukkan,” katanya.
Ia menambahkan, jika dilihat dari berbagai bahan (kayu lama-red) dan kualitas pekerjaan diprediksi tidak bertahan lama. Terbukti kamrin dimasa pengerjaan terdapat beberapa titik pekerjaan sudah rusak.
“Kalau saya nilai, pembangunan tidak akan bertahan lama. Sedangkan kita tahu, tidak sedikit anggaran yang terkucur. Jika kedepan masih ada kerusakan, kita mendesak yang mengerjakan bertanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMPN I Kendawangan saat dikonfirmasi melalui handphone sesuai nomor yang diberikan komite ke awak media tidak bisa dihubungi. Pesan melalui Whatsapp pun hanya dibaca namun tidak digubris.
Berdasarkan pantauan media beberapa waktu lalu, keseluruhan pekerjaan sudah selesai. Terkait adanya titik yang rusak (semen dinding-red) seperti tersebar di FB juga sudah diperbaiki. Akan tetapi, khusus pekerjaan bagian atas ruang sekolah (atap) sudah mengalami kebocoran ketika hujan.
Sampai berita ini diterbitkan, media terus berupaya mengkonfirmasi pihak-pihakk terkait lainnya.(absa)