
KETAPANGNEWS.COM-Dua tahanan kasus Narkoba kabur dari Lapas Kelas II B Ketapang, Minggu (30/10) dinihari. Dari informasi yang didapat kedua tahanan bernama Sumarno dan Roseli yang kabur melalui dek ruangan tahanan yang terbuat dari kayu.
Kepala Lapas Kelas II B Ketapang, Hensah saat ditanyai perihal adanya tahanan yang kabur dari Lapas Ketapang, membenarkan ada dua tahanan kasus narkoba yang melarikan diri. Hanya saja ia mengaku tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut mengenai hal tersebut.
“Saya belum bisa komentar dulu soal itu, karena ini masih dalam proses dan bukan kapasitas saya melainkan pak Kanwil,” katanya kepada wartawan Senin (31/10) .
Ia mengatakan, saat ini pihaknya juga sudah membuat laporan terkait kaburnya tahanan di Lapas Kelas II Ketapang kepada Kepala Kanwil dan pihak Polres Ketapang.
“Jadi saya belum boleh kasi keterangan sampai batas waktu yang ditentukan,”katanya.
Sementara Kapolres Ketapang, AKBP Sunario menegaskan, pihaknya saat ini sudah melakukan pengejaran terhadap dua orang tahanan yang kabur dari Lapas Kelas II B Ketapang.
“Sekarang anggota sedang melakukan pengejaran terhadap dua orang yang melarikan diri dari Lapas,” ungkapnya kepada wartawan di Mapolres Ketapang.
Kapolres megatakakan, kaburnya dua tahanan tersebut juga ada kaitannya dengan sarana dan prasaranan Lapas Kelas II B Ketapang yang tidak memadai dan kelebihan kapasitas.
“Jadi sarana dan prasarana yang tidak ideal serta kapasitas lapas yang over juga ada kaitan dengan kaburnya dua orang tersebut,” ungkapnya.
Kapolres menambahkan, untuk alasan pelarian yang dilakukan dua orang tersebut, pihaknya belum dapat memastikan lantaran kedua orang tersebut masih belum tertangkap.
“Alasannya apa kita belum tahu karena masih dalam pengejaran anggota, hanya saja informasi yang kita dapat mereka kabur melalui dek tahanan,”jelasnya.
Kapolres mengatakan kedepannya, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak Lapas Kelas II B Ketapang, agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya dapat sesegera mungkin mengambil tindakan, terlebih sudah beberapa kali terjadi larinya napi di Lapas Kelas II B Ketapang ini.
“Informasi yang cepat juga kita harapkan, seperti kejadian ini ketika dapat informasi kita bisa bergerak cepat untuk melakukan pengejaran,” tegasnya (dra).