Aksi 717, FPRK Sampaikan 13 Tuntutan

Tolak TKA Ilegal

aksi-fprk
Para Peserta baksi saat mendengarkan tuntutan yang disampaikan Ketua FPRK, Isa Anshari di depan pintu masuk WHW, Sabtu (7/1)

KETAPANGNEWS.COM, Kendawangan—Dibawah pengawalan dan penjagaan cukup ketat dari TNI, POLRI dan Satpol-PP Aksi damai yang digelar Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) di depan pintu masuk PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) berjalan tertib dan aman.

Ketua FPRK, Isa Anshari dalam orasinya menyampaikan 13 tuntutan masyarakat Ketapang terhadap PT WHW-AR dan Pemerintah Pusat serta Daerah. Diantaranya bahwa masyarakat Ketapang menolak keras TKA Illegal yang bekerja di PT WHW. Mendesak agar WHW memperkerjakan masyarakat pribumi yang mempunyai keahlian tanpa perbedaan dengan upah sesuai dan adil tanpa perbedaan sesui UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

PT WHW wajib memberikan kontribusi atau CSR kepada masyarakat demi kemajuan daerah setempat serta bekerja sama secara terbuka dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka membangun Daerah Ketapang. WHW wajib menjamin keamanan dan ketertiban demi menjaga lingkungan jangan sampai tercemar. WHW wajib membayar PHK karyawan yang sudah di PHK dan wajib mengawasi Sub Kontraktor yang ada di WHW agar tidak terjadi permasalahan.

Selanjutnya, WHW diminta untuk menghargai adat istiadat setempat dan menghormati tenaga kerja pribumi untuk beribadah sholat lima waktu. Kemudian, kepada PT WHW diingatkan untuk tidak coba coba menyebarkan paham Komunis kepada tenaga kerja pribumi, karena sebagai anak bangsa kami cinta NKRI dan anti Komunis.

Lanjut Isa, mendesak kepada Imigrasi dan Bea Cukai untuk membuat Pos Pengawasan Terpadu di Pelabuhan PT WHW. Mengawasi TKA dibandara untuk mengawasi  kedatangan atau bongkar muat barang dan orang. Dinsosnakertrans wajib mengawasi secara aktif terhadap TKA yang bekerja diwilayah PTWHW.

Selain itu, pihaknya juga meminta aparat TNI dan Polri agar ikut serta mengawasi secara ketat aktivitas bongkar muat di pelabuhan WHW demi menjaga keamanan dan ketertiban. Negara wajib memberi rasa aman kepada rakyat atas investasi yang masuk ke suatu daerah khususnya di Ketapang.

Disamping itu, Isa berharap agar WHW segera membentuk Serikat Buruh supaya ada wadah para pekerja untuk menyampaikan aspirasinya.

Setelah orasi, perwakilan FPRK beserta beberapa orang perwakilan dari masyarakat Kendawangan memasuki area perkantoran PT WHW guna untuk menyampaikan berkas tuntutanya ke managemen PT WHW agar segera ditindaklanjuti.

Berkas tuntutan FPRK tersebut langsung diterima oleh Sabinus Melano dari staf ER & CSR Dept PT WHW AR dengan disaksikan Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf Riko Haryanto dan Kapolres Ketapang AKBP Sunario.(fendi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.