
KETAPANGNREWS.COM, Kendawangan – PT Well Harves Winning (WHW) di Kecamatan Kendawangan didatangi massa, Sabtu (7/1). Massa itu dari berbagai wilayah Ketapang seperti Kota Ketapang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Kecamatan lainya ini. Mereka mejadi peserta aksi damai yang dinamanakn aksi damai “717”.
Aksi ini dipelopori oleh Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK). Kedatangan mereka untuk menyampaikan 13 tuntutan terkait keberadaan Tenaga Kerja Asing yang berkerja di PT WHW.
Guna memastikan aksi damai berjalan aman dan tertib, tampak Kapolres Ketapang AKBP Sunario dan Dandim 1203 Ketapang Letkol (Inf) Riko Haryanto terjun langsung mengawal aksi tersebut. Kedatangan massa terlihat tertib dengan kondisi berjalan kondusif. Isa juga menyampaikan tuntutannya dengan berorasi di atas mobil komando.
Aksi ini dijaga ketat petugas keamanan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Satpam perusahaan. Kemudian pintu masuk ke area PT WHW dipagar besi dan dijaga oleh petugas keamanan.

Respon Baik Semua Point Tuntutan
Terkait tuntutan Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK). Perwakilan Eksternal Relation dan CSR Departement PT WHW, Melano mengatakan, pada umumnya yang disampaikan pihak aksi adalah masih masalah kondisi isu-isu yang berkembang. Di antaranya berkaitan tenaga kerja asing (TKA), tenaga kerja Indonesia (TKI) dan lain-lain.
“Kita merespon baik semua point-point tuntutan peserta aksi,” katanya kepada awak media di PT WHW, Sabtu (7/1).
Pada prinsifnya kata Melano, perusahaan sudah berusaha terus menerus melakukan peningkatan perbaikan pelayanan, Menurutnya, PT WHW baru saja selesai membangun kontruksi pabrik secara susah payah. Kemudian saat ini sedang memulai bagaimana menata managemen pabrik agar baik.
“Kami juga berharap bisa mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pabrik yang dibangun ini luar biasa teknologinya tinggi dan persyaratan untuk keamanan dan keselamatan kerja sangat tinggi sekali. Karena ini pabrik kimia dan perusahaan termasuk projek industri nasional dan satu-satunya di Kalimantan Barat. (fendi)
